TimesAsiaNews.com | Kepulauan Riau – Gubernur Ansar Ahmad meresmikan ponton apung atau HDPE di Sedanau, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Selasa (10/1/2023).
Gubernur Ansar bersama sejumlah SKPD pemrov Kepri tiba di lokasi pada pagi pukul 08.00 Wib, disambut oleh pemerintah Kabupaten (pemkab) Natuna dan masyarakat setempat.

Pengerjaan proyek pembangunan ponton yang berbahan dasar Polietilena berdensitas tinggi adalah polietilena termoplastik yang terbuat dari minyak bumi ini memakan biaya dengan nilai kontrak sebesar Rp. 2.221.999.935,84 (Dua Milyar Dua Ratus Dua Puluh Satu Jatu Sembilan Ratus Sembilan Puluh Sembilan Ribu Sembilan Ratus Tiga Puluh Lima Ribu Koma Delapan Puluh Empat Rupiah).
Diketahui nilai realisasi tersebut sama dengan nilai kontrak yang tertera di papan proyek. Juga mencakup dengan data pekerjaan seperti:
° Pekerjaan Trestle, yakni jalan penghubung ke Ponton yang besifat statis dengan ukuran 3×4,5 Meter; ° Pekerjaan Gangway (penyambung antara trestle dengan ponton) dengan ukuran 2,18 Meter dan ukuran 10 x 1,8 Meter; °Pekerjaan Dermaga Apung dengan ukuran 6,5×3 Meter.
Program Strategis
Gubernur Kepri Ansar menjelaskan bahwa pemrov Kepri juga memiliki beberapa program yang strategis, diantaranya:
• Pembangunan Jalan dan Jembatan di Kabupaten Natuna T.A. 2022 Senilai Rp. 14.589.879.000 ( Empat Belas Milyar Lima Ratus Delapan Puluh Sembilan Juta Delapan Ratus Tujuh Puluh Sembilan Ribu Rupiah ); • Pembangunan dan Rehabilitasi Sekolah di Natuna dengan total anggaran Rp. 3.685.551.200,- (tiga milyar enam ratus delapan puluh lima juta lima ratus lima puluh satu ribu dua ratus rupiah).
Program “Kepri Terang”
Saat ini juga pemrov Kepri sudah merealisasikan penyambungan listrik bagi rumah penduduk miskin sebanyak 5.499 unit. Untuk di Kabupaten Natuna sebanyak 261 Unit (4,7% dari Total Realisasi se-Provinsi Kepulauan Riau).
Disamping itu pengiriman para Muballigh Hinterland sebanyak 50 orang dengan anggaran yang mencapai Rp 2.580.000.000. (dua milyar lima ratus delapan puluh juta rupiah) untuk di tempatkan di daerah-daerah pesisir, pulau terpencil serta melakukan pendataan masjid/mushollah yang perlu renovasi dan pembangunan.
Pada program strategis ini, bantuan berupa Insentif Dana yang akan di berikan kepada Tim Pembinaan dan Pengawasan Keagaaman Kabupaten/Kota Se-Provinsi Kepulauan Riau dengan Total Anggaran mencapai Rp 8 Milyar, untuk 8000 penerima, juga termasuk yang disusun oleh pemrov Kepri. Sementara jumlah penerima di Kabupaten Natuna sendiri yaitu sebanyak 472 penerima.
Bantuan lainnya yang disalurkan oleh Pemprov Kepri, diantaranya:
• Bantuan Hibah kepada Rumah Ibadah di 7 Kabupaten/Kota dengan Total Anggaran Rp 75,9 Milyar, dan Jumlah Penerima di Kab Natuna sebanyak 20 Penerima Rumah Ibadah dengan anggaran mencapai Rp 1,5 Miliyar dari Total Jumlah Rumah Ibadah yang ada sebanyak 261 Rumah Ibadah, yang artinya 7,6% dari total jumlah Rumah Ibadah yang ada telah dibantu oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau;
• Pembangunan 77 Base Transceiver Station (BTS) sebagai penguatan jaringan daerah terluar dan terdepan serta sarana pendukung dalam percepatan transformasi digital, dan untuk di wilayah Kabupaten Karimun terdapat 17 titik BTS yakni di Kecamatan Serasan Timur, Kecamatan Midai, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kecamatan Bunguran Utara, Kecamatan Subi, Kecamatan Bunguran Barat, Kecamatan Serasan, dan Kecamatan Pulau tiga.
• Pembangunan Rumah Singgah di Jakarta untuk membantu fasilitasi Masyarakat Kepulauan Riau, termasuk masyarakat Kabupaten Karimun yang berobat di Jakarta.
• Subsidi Bunga 0% bagi UMKM yang saat ini penyalurannya sampai dengan Bulan Desember 2022 sebesar Rp 14 Milyar.
• Langkah penguatan Provinsi Kepri terhadap eksistensi pengakuan Internasional atas Natuna Geopark akan semakin mengukuhkan posisi penting Natuna melalui program Promosi Pariwisata dalam setiap Event yang berskala Lokal maupun International seperti Konferensi IMT-GT dan Business Forum Meeting di Turki.

• Pembangunan Pos Lintas Batas Negara di Pulau Serasan. Pengembangan kawasan perbatasan ini diarahkan untuk mewujudkan Kawasan Perbatasan sebagai halaman depan negara yang berdaulat, berdaya saing dan aman, melalui pendekatan keamanan (security approach), dan pendekatan peningkatan kesejahteraan masyarakat (prosperity approach).
• Bantuan yang diberikan kepada Kabupaten Natuna (untuk RT/RW) total sejumlah Rp. 1.432.200.000.- (Satu Milyar Empat Ratus Tiga Puluh Dua Juta Dua Ratus Ribu Rupiah). • Bantuan uang kepada RT sebanyak Rp. 829.200.000,- (Delapan Ratus Dua Puluh Sembilan Juta dua ratus ribu rupiah) yang diberikan kepada 691 orang RT masing-masing menerima Rp. 1.200.000,- • Bantuan uang kepada RW sebanyak Rp. 318.000.000,- (Tiga Ratus Delapan Belas Juta Rupiah) yang diberikan kepada 265 orang RW masing-masing menerima Rp. 1.200.000,-
• Bantuan Uang Operasional, yang diberikan kepada Posyandu di Kabupaten Natuna sebesar Rp. 285.000.000,- (dua ratus delapan puluh lima juta rupiah) yang diberikan kepada 57 posyandu, masing-masing posyandu menerima 5.000.000 (lima juta rupiah).
• Pemenuhan Kebutuhan Ketersedian Armada Transportasi Laut di Kabupaten Natuna diantaranya :
1. Kapal Perintis sebanyak 4 Unit seperti SN 83 (R6), SN 48 (R7) dan SN 80 (R8); 2. Kapal Komersial sebanyak 1 Unit seperti KM. KELUD, KM. BUKIT RAYA, KM. Umsini, KM. Dorolanda dll ; 3. Kapal Penyeberangan sebanyak 10 Unit. 4. 1 Unit Kapal Tol Laut seperti KM. Logistik Nusantara
Capaian Pembangunan
Dengan program yang terstruktur dan ketransparansparan pemrov Kepri mengelola dan mengawal perekonomian tersebut sehingga rertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau pada tahun 2022 masih berlangsung sampai saat ini hingga tumbuh positif sebesar 3,2 % yang mana pada kuartal pertama tahun 2,83% dan pada kuartal ketiga berkembang cukup pesat di angka 6,03 %.
Hasil capaian itu sehingga inflasi Provinsi Kepulauan Riau yang cukup terkendali dan dapat ditekan sampai 1,13%, dimana pada bulan Oktober 6,39% dan pada bulan November dapat ditekan menjadi 5,26%.
Indeks Kerukunan Umat Beragama Provinsi Kepulauan Riau tahun 2021 juga termasuk 10 besar nasional dari 34 provinsi di Indonesia dengan skor 75,5 dan masih diatas Skor Nasional yakni 72,73.
Pada indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepulauan Riau terbilang meningkat 0,67 poin, yaitu dari 75,79 pada Tahun 2021 menjadi 76,46 pada Tahun 2022. Sebagai informasi kita bersama bahwa IPM Kepulauan Riau selalu berada pada status IPM “tinggi”. Ini juga mengikut pada indeks Kebahagiaan Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2021 menempati posisi ke-6 peringkat nasional dengan capaian sebesar 74,78.
Pada peresmian ponton apung di Sedanau, Kabupaten Natuna, Ansar menutup dalam pidatonya dengan dua bait pantun. “Yang Lalai Hendaklah Di Tuntun Agar Selamat Aman Terpelihara Dermaga Ponton Telah Terbangun Dukung Aktifitas Untuk Rakyat Sejahtera.” “Pergi Ke Natuna Tak Lupa Membeli Madu Madu Olahan Si Anak Negeri Mari Bergandeng Tangan Bersatu Padu, Untuk Mendukung Pembangunan Kepri.”
(kabiro/timesasianews.com/R.irf)








