TimesAsiaNews.com |Kualalumpur – Cerita turis asing asal Inggris atas pengalamannya diminta membayar 120 ringgit (sekitar Rp 400.000) untuk jasa potong rambut di sebuah barbershop di Kuala Lumpur, Malaysia.
Sehingga pasangan turis asing bernama Zoe dan Czar tersebut menyampaikan pengalaman mereka berselisih dengan tukang cukur mengenai tagihan pangkas rambut di akun TikTok mereka dalam sebuah video berdurasi 2,14 menit.
Dan mereka bercerita bahwa awalnya pergi ke barbershop di kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur, setelah melihat tanda bahwa biaya potong rambut hanyalah 19 ringgit (sekitar Rp 63.000).
Setelah tukang cukur tersebut memangkas rambut Czar, mereka kaget bahwa tagihan yang harus mereka bayar adalah sebesar 120 ringgit (sekitar Rp 400.000).
“Tagihannya lebih mahal daripada di Inggris,” kata Czar dalam video tersebut, sebagaimana dilansir The Straits Times.
Di sisi lain, tukang cukur itu menuturkan bahwa turis asing tersebut harus membayar lebih mahal karena adanya “pajak tambahan”.

Tukang cukur tersebut menambahkan, tagihannya cukup tinggi karena dia juga memotong janggut Czar. Padahal menurut Zoe, Czar tidak memiliki banyak bulu di wajahnya.
Lebih mahal What do you think? Do you also think 120 ringgit is far too much for a trim in a local barber shop in Kuala lumpur? First time this has happened to us in Malaysia ???????? #malaysia #kualalumpur #kualalumpurmalaysia #malaysiatiktok ? original sound – Zoe&Czar
Dalam video tersebut, pasangan itu mengatakan bahwa mereka sempat mendengar ada turis asing lainnya yang bahkan diminta membayar 250 ringgit (Rp 840.000).
Zoe menyampaikan, tidaklah adil menganggap orang asing memiliki banyak uang. Dia menambahkan, harusnya tidak lumrah juga meminta orang asing membayar lebih mahal.
“Itu memberi kesan buruk pada orang-orang,” ucap Zoe.
“Jika tuduhan itu benar, mari kita pastikan bahwa mereka yang terlibat akan ditindak tegas. Bukan hanya menagih berlebihan, tapi tindakan seperti itu mencoreng nama baik Malaysia,” ujar Salahuddin kepada media Malaysia.
“Sebagai tujuan wisata, kita harus menawarkan pelayanan terbaik dan harga yang wajar,” sambungnya. (*/kompas/tanews)








