Gubernur Mahyeldi: Merawat Ideologi Pancasila Sebagai Wadah Pemersatu Bangsa

Regional, Sumatera1788 Views
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | SumbarGubernur Sumatera Barat (Sumbar) H. Mahyeldi Ansarullah S.P., bertindak sebagai Inspektur upacara pada peringatan Hari lahirnya Pancasila yang dilaksanakan di kantor Gubernur Sumatera Barat, pada Sabtu (1/05/2024).

Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2024 ini mengambil tema, “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045,” yang mengandung makna sangat mendalam, bahwa Pancasila adalah menyatukan rakyat Indonesia dengan segala perbedaan suku, agama, budaya dan bahasa, untuk menyongsong 100 tahun Indonesia emas yang maju mandiri dan berdaulat.

“Sebagai Meja Statis Pancasila terbukti mampu mempersatukan kita dalam menghadapi beragam gelombang tantangan dan ujian sejarah, sehingga sampai saat ini Indonesia tetap berdiri kokoh dan tangguh sebagai bangsa yang terlahir majemuk dan bangsa yang besar,” kata Gubernur Mahyeldi dalam sambutannya.

Adapun sebagai Leinster Dinamis Pancasila, menurut Mahyeldi, adalah merupakan bintang penuntun yang membawa Indonesia pada gerbang kemajuan dan kemakmuran seperti yang di cita-citakan oleh pendiri bangsa terdahulu, sehingga dapat menghadapi tantangan di era globalisasi teknologi dan informasi seperti yang berkembang saat ini.

©rar-doc

“Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan perlindungan dan petunjuk kepada kita semua untuk kejayaan bangsa dan negara Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga:

Mahyeldi Ansarullah Melantik 1260 PPPK Formasi tahun 2023, Tetap Jaga Integritas dan Tanggung Jawab!

Pada kesempatan ini Gubernur Mahyeldi membacakan amanat tertulis dari kepala Badan pembinaan ideologi Pancasila Republik Indonesia untuk dapat memompa semangat agar terus mengamalkan Pancasila demi Indonesia yang maju, adil, makmur dan berwibawa di kancah dunia dan internasional.

©rar-doc

“Kita sebagai bangsa yang besar dan majemuk harus bekerjasama dan berkolaborasi menjaga kerukunan dan keutuhan sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila,” tutup Mahyeldi. ** (rar/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *