Gunung Marapi Sumatera Erupsi, Hewan Mulai Turun Ke Permukiman Warga

Peristiwa, Sumatera1848 Views
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Agam, Sumatera Barat – Warga sekitar lereng gunung Marapi mengungkapkan kecemasan terkait erupsi gunung Merapi yang terjadi, ditemukannya beberapa hewan hutan di sekitar gunung mulai turun ke permukiman warga, pada Kamis (7/11/2024).

Walinagari (kepala desa) Bukit Batabuah, Kecamatan Candung, Firdaus, menerima laporan warganya, bahwa hewan di sekitar puncak gunung marapi beberapa hari lalu sudah menjamah permukiman sejak gunung Marapi mengalami erupsi.

“Kami menerima laporan masyarakat, setelah di cek langsung kelapangan dan permukiman warga ada beberapa jenis hewan seperti monyet, sampai jenis kijang, hingga beruang madu yang turun ke sekitar permukiman warga,” ungkap  Firdaus menjelaskan kepada media ini. Kamis (7/11/2024).

Ia juga mengungkapkan adanya kekhawatiran warga yang berasumsi bahwa ini sebagai pertanda alam akan terjadi bencana di gunung Marapi. Namun demikian, Firdaus tetap meminta seluruh warga untuk tetap tenang dan waspada di sekitar gunung.

“Hal demikian, membuat warga cemas karena melihat masa sebelumnya, hewan-hewan turun ke permukiman warga sebelum erupsi utama pada awal Desember 2023 lalu,” ujar Firdaus.

Untuk saat ini Firdaus mengungkapkan pemerintah Nagari (desa) melakukan sosialisasi, langkah antisipasi dan imbauan kewaspadaan warga terkait erupsi dan banjir lahar dingin serta menghindari zona berbahaya dari sekitar Marapi.

Baca Juga:

Pjs. Bupati Tanah Datar bersama SKPD Lakukan Kunker dan Rakor di Lintau Sumbar

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Budi Prawira, saat dihubungi mengatakan, pemerintah daerah sudah membuat edaran dan besok (Jumat, 8/11), memasang imbaun melalui spanduk sekaligus mengadakan rapat koordinasi bersama stakehoder terkait.

“Dalam hal ini, Pjs Bupati Agam Endrizal dengan nomor surat (414.3 /382/BPBD – AG/XI-2024) BPBD Agam dan pihak terkait akan menggelar rapat di mess pemerintah daerah kabupaten Agam di Belakang Balok pada Jum’at( 8/11), tentang evaluasi peningkatan status gunung Marapi dari level II (Waspada ) ke level III (siaga ) dan hal-hal lain yang dianggap penting,” pungkas Budi melalui sambungan telepon. *

(rizky)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *