Masyarakat Segel Meteran Air di Kantor DPRD Batam, Warganet Sebut BP Batam Tidak Becus Urus ABH

Batam1295 Views
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Batam – Masyarakat Kelurahan Tanjung Sengkuang mendatangi Kantor DPRD Kota Batam, mereka mempertanyakan kinerja wakil rakyat Batam tersebut agar memperhatikan kebutuhan hidup manusia banyak yakni air bersih. Kamis (22/1/2026).

Seorang orator aksi mengatakan, wakil rakyat harus mendengarkan keluhan masyarakat, jangan hanya diam saat melihat masyarakat banyak membutuhkan terkait suplai air bersih.

Karena warga tidak mendapatkan jawaban dari perwakilan rakyat di Kantor DPRD, akhirnya mereka menyegel meteran air yang berada di kantor DPRD tersebut.

“Ketika warga tidak mendapatkan air, maka anggota DPRD ini juga harus ikut merasakan bagaimana penderitaan masyarakat tidak dapat air,” sebut seorang warga saat menyegel meteran air di kantor DPRD Kota Batam. Kamis (22/1/2026).

Setelah melakukan penyegelan meteran air di kantor DPRD, massa mendatangi kantor BP Batam. Mereka dengan lantang mengatakan BP Batam harus adil dalam menyuplai air bersih kepada warga. Karena menurut warga setelah peralihan dari ATB (Aditya Tirta Batam) sekarang diurus ABH (Air Batam Hilir) makin tidak beres dalam suplai air.

Warganet juga menyebut bahwa ABH di bawah kendali BP Batam, sehingga pertanggungjawaban kinerja ABH harus dipertanyakan.

Bahkan warganet lain menyebut BP Batam tidak becus untuk mengurus air, dan sampah, namun sukses mengurus lahan. Demikian komentar warganet di media sosial facebook yang dikutip dari akun video TribunBatam.

Kehadiran masyarakat Tanjung Sengkuang di halaman kantor BP Batam langsung diterima oleh Kepala BP Batam dan sekaligus Walikota Batam Amsakar Achmad bersama Wakil dan jajaran. Mereka menemui langsung masyarakat yang melakukan aksi penyampaian aspirasi. Kamis (22/1/2025).

Kehadiran Amsakar dan jajaran BP Batam bertujuan untuk mendengarkan secara langsung tuntutan masyarakat sekaligus memberikan penjelasan terbuka terkait upaya penyelesaian persoalan distribusi air bersih di Kota Batam.

Dalam aksi tersebut, masyarakat menyampaikan tuntutan utama, yakni percepatan aliran air bersih ke seluruh wilayah Batam, serta distribusi air yang adil.

Baca Juga:

Aksi Warga Sengkuang, Menuntut BP Batam Adil Distrubsi Air Bersih

Menanggapi hal itu, Amsakar menyampaikan penjelasan secara langsung di hadapan massa aksi. Ia menegaskan bahwa BP Batam tidak pernah membedakan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

“Azaznya berkeadilan. Tidak ada perbedaan pelayanan air bersih,” tegas Amsakar saat menemui langsung masyarakat yang melakukan aksi.

Namun demikian, Amsakar mengakui masih terdapat beberapa wilayah yang masuk kategori stress area dalam distribusi air bersih, termasuk Kelurahan Tanjung Sengkuang, kondisi tersebut terus menjadi perhatian utama BP Batam.

“Area-area tersebut setiap hari kami tangani dengan langkah-langkah cepat. Distribusi terus kami upayakan sebagai bentuk komitmen kami kepada masyarakat,” ujarnya Amsakar. *(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *