Polisi Metro Jaya Buru Seorang Pelaut, Diduga Bos Narkoba di Kampung Bahari

Hukum2035 Views
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Personel Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya saat bertandang, juga sekaligus memburu seorang pelaut di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang bernama Alex Bonpis karena diduga menjadi bandar lama di wilayah bekas peredaran narkoba di wilayah tersebut, pada Jumat (13/1) malam.

“Dia bandar lama di sini, sudah lama. Jadi buronan (masuk daftar pencarian orang/DPO) tahun ini. Kami sudah tangkap anak buahnya, tinggal Alex Bonpis,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Mukti Juharsa di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (14/1).

Menurut keterangan Mukti, Alex Bonpis sebagai bandar sabu dimasukkan dalam DPO sejak April 2022 silam.

“Di sini ada bandar yang masih dicari-cari, saran saya menyerahkan diri atau Anda bertemu saya langsung atau dengan anggota saya langsung, untuk Alex Bonpis, Anda sudah DPO kami,” kata Mukti.

“Alex Bonpis ini jaringannya nasional, kasus terakhir di Polda Metro jaya ada barang bukti sabu-sabu 5 kg itu anak buahnya dia,” tandasnya.

Di sisi lain, menurut Lurah Tanjung Priok Teguh Subroto, Alex Bonpis sudah tak pernah lagi terlihat lagi menyambangi rumah di Kampung Bahari sejak dua tahun terakhir karena profesinya sebagai pelaut.

“Karena dia pelaut, jadi jarang pulang. Di Kampung Bahari ini ada rumah orang tuanya, tapi rumahnya memang bukan cuma di sini, ada banyak (tempat tinggalnya),” kata Teguh.

Namun, setelah disambangi oleh Diresnarkoba Polda Metro Jaya pada Jumat malam, warga Kampung Bahari di RW07 Kelurahan Tanjung Priok pun bertekad untuk memberantas peredaran narkoba tersebut dengan cinta.

Terlebih, kata Teguh, Direktur Reserse Narkoba saat itu juga memberikan nomor telepon pribadinya kepada warga supaya komunikasi dalam rangka mendukung Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kampung Bahari bisa terus berjalan lancar.

Dengan menyimpan nomor Mukti, warga diberi kesempatan untuk menghubunginya, apabila ada peredaran narkoba di Kampung Bahari.

“Jadi, kita bukan benci kepada pemakai narkoba, dengan cinta ini, kami sama-sama ingin lebih baik,” kata Teguh.

Ia pun menegaskan kecintaannya kepada para pelaku narkoba agar jangan sampai menjelang akhir hayatnya mereka belum bisa lepas dari narkoba. (ant/tans)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *