TimesAsiaNews.com | Deli Serdang, Sumut – Seorang pelajar bernama Muhammad Gilang (16) ditemukan warga tergeletak tak bernyawa di jalan desa Tumpatan Nibung, tidak jauh dari gelanggang olah raga Sport Centre, kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, provinsi Sumatera Utara (Sumut), pada Rabu (18/12/2024) lalu.
Pasca tewasnya pelajar tersebut diindikasi usai tawuran antar geng motor. Beberapa warga dan masyarakat sekitar meminta pihak kepolisian agar selalu rutin berpatroli di area tersebut.
Sport center yang didirikan di atas lahan 300 hektar itu merupakan arena gelanggang olah raga megah yang sangat luas. Gelanggang yang akan menjadi venue utama perhelatan PON XXI tersebut terlihat masih belum sempurna. Di sisi lain kurangnya keamanan, ditambah banyaknya keluhan masyarakat terkait sering terjadi balapan liar, perkelahian, serta menjadi tempat dan ajang berkumpulnya para remaja.
Masyarakat setempat mengatakan, hal ini dapat menimbulkan unsur negatif. Karena kurangnya pengawasan dan penjagaan dari pihak keamanan dan kepolisian.
Seperti yang dikatakan beberapa warga yang berdomisili di seputaran jalan Sultan Serdang, kampung Kunyit, desa Tumpatan Nibung, yang meminta namanya ditulis dengan inisial SI, SR, Ak, dan An. Mereka selalu khawatir saat melintas di jalan sport center tersebut.
Pasalnya, pasca kejadian (tawuran) itu, kawasan jalan Sultan Serdang terlihat mencekam. Karena disinyalir seringnya anak-anak muda yang berkumpul di tempat tersebut.
“Kami berharap dan meminta pihak kepolisian dan pihak pengelola serta pengurus sport center agar membangun pos jaga, serta secara rutin berpatroli di wilayah itu, karena kami saat pulang kerja dan melintas di jalan Sultan Serdang tersebut seperti tidak nyaman dan merasa takut,” kompak mereka katakan.
Kemudian, mereka juga mengimbau kepada warga lain, agar selalu berhati-hati dan waspada saat melintasi jalan seputaran sport centre. Menurut warga, selama ini pihak kepolisian jarang berpatroli, sehingga para anak-anak muda yang tergabung dengan geng motor kerap sekali menempati area itu.
“Kami meminta kepada Polda Sumut, Polresta Deli Serdang, dan Polsek Batang Kuis agar dibuatkan pos jaga, dan meminta untuk rutin berpatroli di jalan Sultan Serdang tepatnya area sport center. Kami juga berharap agar peristiwa seperti tewasnya pemuda yang masih pelajar kemarin, tidak terulang lagi. Serta aksi balap liar agar segera dibersihkan,” pungkas seorang ibu.
Sebelumnya, diberitakan jenazah MG ditemukan setelah polisi mendapat informasi adanya bentrokan antara dua geng motor di lokasi kejadian pada Rabu (18/12) pukul 00.30 WIB. Saat polisi tiba di lokasi kejadian korban sudah tewas.
Ternyata MG tewas akibat dilempar menggunakan batu, oleh dua penjaga alat berat di area sport center. Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang Kompol Risqi Akbar mengatakan kedua pelaku inisial MF (23) dan MH (22) telah ditangkap.
Kata Risqi, peristiwa bermula pada Rabu (18/12) sekira pukul 00.30 WIB, mulanya korban bersama kelompok geng motornya konvoi mengendarai sepeda motor ke area pintu 3 sport center di Desa Sena.
Mereka lalu menyerang pelaku yang sedang menjaga alat berat menggunakan petasan. Selanjutnya kedua pelaku membalasnya dengan melempari konvoi anggota geng motor itu dengan batu.
“Kedua pelaku lalu melempar korban, karena korban merupakan kelompok geng motor yang menyerang dengan mercon (petasan),” ujar Risqi dalam keterangan tertulisnya, mengutip Kompas, pada Selasa (24/12/2204).
Lalu lemparan batu dari pelaku ternyata mengenai kepala korban hingga akhirnya korban tewas.
Baca Juga:
Community Festival Forum Indonesia Muda Medan dan Deli Serdang
“Kekerasan dilakukan oleh tersangka dengan cara melempar pecahan batu kerikil cor beton dan mengenai kepala korban sebelah kanan,” ujar Risqi.
Keluarga korban kemudian melaporkan peristiwa ini Polresta Deli Serdang. Polisi kemudian menyelidiki kasus ini dan menangkap keduanya. Kini mereka ditahan untuk proses hukum lebih lanjut, dan disangkakan dengan Pasal 80 ayat 3 dari UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. **
(red)








