TimesAsiaNews.com | Durai, Karimun – Akibat sering putus atau kosong (nihil) ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Durai, Kabupaten Karimun, Kepri, banyak pemilik kapal kargo dan kapal jenis pompong tidak dapat mengoperasikan angkutan tersebut untuk mengangkut hasil pertanian warga.
Menurut beberapa warga pemilik kapal kargo dan pompong, selain mereka mengalami kerugian, tentunya warga juga terkena imbasnya.
“Selain kami pemilik kapal, sudah pasti warga yang memiliki hasil pertanian seperti kelapa dan sawit tidak dapat kami lakukan pengangkutannya karena kapal tidak ada solar. Kami tidak mendapatkannya baik yang subsidi maupun yang non-subsidi,” ungkap seorang pemilik kapal yang tidak bersedia namanya ditulis.
Menurut warga tersebut bahan bakar minyak solar bersubsidi di wilayahnya selalu tidak ada, selain itu mereka juga tidak mendapatkan rekomendasi pembelian minyak bersubsidi dari dinas perhubungan di Durai. “Hal ini sangat membingungkan bagi kami, kemana lagi kami rakyat kecil ini untuk mengadu?” tambahnya.
Dari penelusuran awak media ini, diketahui wilayah Durai tidak terlalu sulit untuk mendapatkan orderan (pekerjaan, pengangkutan muatan kargo kapal, red) justru sebaliknya minyak solar bersubsidi yang menjadi motor penggerak bagi kendaraan armada laut tersebut sering menjadi barang yang langka, meskipun tersedia, penjual akan menaikkan harga terlalu tinggi sehingga sebagian warga yang memiliki kapal jenis pompong tidak sanggup untuk membeli.
“Kami sangat berharap dan memohon kepada pemkab Karimun dalam hal ini bapak Bupati Ing. Iskandarsyah, melalui SKPD nya, untuk segera menuntaskan masalah serius yang dihadapi warga terkait keberadaan minyak solar subsidi yang saat ini menjadi barang langka untuk kami dapatkan,” jelas seorang warga pemilik pompong di Durai ini. Ahad (18/10/2026).
Masyarakat Durai juga berharap kepada pemkab Karimun untuk segera mengambil kebijakan. Mereka tidak menginginkan sekedar keluhan masyarakat saja yang didengar namun tidak ada aksi yang dibuat oleh pemkab itu sendiri. Mereka hanya mengharapkan ketersediaan BBM bersubsidi dapat tersedia, sehingga perekonomian warga di wilayah Durai akan kembali normal.
Baca Juga:
Warga Durai Resah, BLH Diminta Percepat Rekomendasi Kementerian LH Terkait UKL-UPL SPBU MPP
Ditempat terpisah kepala desa (kepdes) Telaga Tujuh Kecamatan Durai Kabupaten Karimun, Ashari,S.Sos., saat dijumpai dan diminta keterangannya mengatakan, bahwa keluhan masyarakatnya terhadap kelangkaan dan sulitnya mendapatkan BBM solar bersubsidi ini, tidak hanya dialami oleh para pemilik kapal kargo dan pompong saja, bahkan hampir seluruh nelayan di kecamatan Durai, juga merasakan hal yang sama.
“Semoga saja, dengan keberadaan DPBU di Durai, yang hanya menunggu surat rekomendasi UKL-UPL dari Kementerian LH yang telah diajukan oleh BLH, jika diperoleh itu, kelangkaan dan sulitnya mendapatkan minyak solar bersubsidi akan teratasi,” ungkap kepdes Ashari. *
(ady)








