TimesAsiaNews.com | Batam – Indonesia akan memiliki jembatan terpanjang di atas lautan, dan pembangunan infrastruktur jembatan yang akan dibangun di Kepulauan Riau (Kepri) ini dapat mengalahkan panjangnya jembatan Suramadu.
Jembatan Suramadu sendiri merupakan jembatan yang menghubungkan wilayah pulau Jawa dan Madura yang memiliki panjang sekitar 5,4 km atau 5.438 meter.
Namun, sepertinya julukan jembatan terpanjang di Indonesia ini akan segera diambil alih oleh jembatan baru yang rencananya akan dibangun oleh Kementerian PUPR.
Menurut postingan di akun instagram kemenpupr pada bulan April 2022 lalu, jembatan ini diklaim menjadi salah satu jembatan terpanjang di atas laut Indonesia.
Jembatan bertipe cable-stayed dengan panjang mencapai 14,74 km ini menjadi jembatan terpanjang di Indonesia melebihi Suramadu.
Kehadiran jembatan ini tentunya tak lepas dari harapan pemerintah, agar nantinya bisa mengembangkan daerah-daerah di sekitar jembatan menjadi kawasan yang lebih potensial. Selain mengembangkan sektor ekonomi dan industri, juga mendongkrak sektor pariwisata.
Dilansir timesasianews.com dari halaman kepriprov.go.id, jembatan di Kepulauan Riau ini akan menghubungkan pulau Batam dan Bintan.
Pembangunan jembatan terpanjang di atas lautan Indonesia ini termasuk di dalam RPJMN 2020-2024.
Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad juga menyebutkan bahwa pembangunan jembatan Batam-Bintan atau disebut Babin ini juga sejalan dengan program pemerintah pusat, yaitu menjadikan Kepulauan Riau sebagai Kawasan Strategis Perekonomian Nasional (KSPN).
Investasi dana untuk pembangunan jembatan terpanjang di atas lautan yang menghubungkan Batam-Bintan ini mencapai Rp14,74 triliun.
Sebelum jembatan terpanjang di atas lautan Indonesia ini akan dibangun, pemerintah telah mendapatkan dana pinjaman dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).
Pinjaman itu senilai US$300 juta atau setara Rp4,4 triliun yang nantinya digunakan untuk menopang pendanaan jembatan yang menghubungkan Batam-Bintan sepanjang 14,74 km.
Adapun pembagiannya yaitu 7,98 km untuk porsi KPBU (Pulau Bintan-Pulau Tanjung Sauh), sisanya lagi yaitu 6,76 km untuk porsi dukungan pemerintah (Pulau Tanjung Sauh-Pulau Batam) yang nantinya bersumber dari pinjaman luar negeri.
Dengan adanya pembangunan infrastruktur jembatan terpanjang di atas lautan di daerah perbatasan tersebut, diharapkan dapat menambah kewibawaan bangsa dihadapan negara-negara tetangga.
Berdasarkan informasi halaman resmi Kemenkeu, jembatan di atas lautan yang menghubungkan dua Pulau ini bertujuan untuk mempercepat pemerataan pembangunan serta mengurangi biaya logistik antara Pulau Batam dan Pulau Bintan.
Sepertinya pembangunan jembatan Batam-Bintan (Babin) semakin terlihat terang dan akan segera terealisasi.
Pasalnya, AIIB sebagai salah satu investor jembatan bersamaan dengan Kementerian PUPR akan segera meninjau langsung lokasi pembangunan jembatan di Bintan dan Batam pada awal Agustus 2023. ** (jn/tanews)














