TimesAsiaNews.com | Edukasi – Pengertian secara bahasa, sunnatullah artinya jalan atau ketetapan. Sedangkan secara istilah, sunnatullah adalah ketetapan Allah untuk meletakkan hukum-hukum-Nya di atas segala ciptaan, baik di langit maupun bumi.
Sunnatullah melibatkan proses sebab-akibat yang konsisten. Sehingga, ketetapan ini dapat dipelajari oleh manusia secara objektif. Ilmu kedokteran menjadi salah satunya yang bisa menggali ketetapan dari sunatullah ini.
Sebagaimana dikutip dari buku The Essence Project: Rahasia Manifestasi oleh Abu Tauhiid, sunatullah disusun secara lengkap oleh Allah dalam kitab-Nya yang bersumber dari lauhul mahfudz. Kitab ini terus mengalami penyempurnaan, hingga kini dikenal dengan nama Alquran.
Untuk lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang sunnatullah lengkap dengan sifat dan karakteristiknya.
Pengertian Sunnatullah, Sifat dan Karakteristiknya
Secara umum, sunnatullah dapat didefinisikan sebagai hukum dan ketetapan Allah tentang alam semesta beserta isinya. Sunatullah ini bisa dipelajari oleh siapapun, tidak terbatas pada umat Muslim saja.
Entah dia kafir, munafik, ataupun fasik, semuanya dapat mempelajari sunnatullah dan mengamalkannya.
Hal serupa disampaikan oleh Ika Rochdjatun dalam buku 12 Prinsip Islam. Menurutnya, keberadaan sunatullah ini sifatnya umum. Sunnatullah bisa dipelajari oleh siapapun tanpa terkecuali.
Namun untuk mempelajarinya, seseorang harus memahami ilmu pengetahuan dasar terlebih dahulu.
Dalam Alquran, seorang Muslim bisa merasakan cara kerja sunnatullah. Allah SWT berfirman yang artinya:
“Setelah ada kesulitan, pasti ada kemudahan,” (QS al-Insyirah: 5- 6).
Melalui ayat ini, bisa dipahami bahwa sunnatullah merupakan ketentuan Allah yang tidak terjadi secara kebetulan, bukan suatu keajaiban, melainkan memiliki kekuatan yang mutlak.
Kebenaran ayat ini dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari bahwa sesungguhnya setelah kesulitan pasti ada kemudahan.
Ketika manusia sedang ditempatkan pada posisi sulit, pasti ada jalan kemudahan yang datang baginya. Entah dari mana dan dengan cara apa, kemudahan itu pasti ada. Itulah yang dinamakan sunnatullah.
Adapun contoh lain dari sunnatullah yang terdapat dalam Alquran adalah sebagai berikut:
- Malam yang tidak akan mendahului siang. (QS. Yasin: 28-30, al-Anbiya: 33).
- Suatu masyarakat yang mengabaikan keadilan akan hancur, tanpa memperdulikan apakah suatu masyarakat itu beragama atau tidak. (QS. Muhammad: 38).
- Tuhan menjadikan hidup manusia sebagai ajang persaingan antara kebenaran dan kebohongan, dan konflik antara yang baik dan yang jahat. (QS Al-Baqarah: 251).
- Selalu terjadi pergantian dan perubahan antara dua kondisi yang saling berbeda. (QS Ali Imran: 190).
Mengutip Kitab Majmu Syarif karya Ibnu Katsir, ada dua sifat dan karakteristik sunnatullah yaitu konsisten dan universal. Konsisten maksudnya benar dan pasti, sehingga tidak ada yang bisa merubahnya.
Allah SWT berfirman yang artinya:
“… Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapatkan pergantian dalam sunnah Allah, dan sekali-kali tidak akan pula menemui penyimpangan”, (Q.s. Fathir/35: 43).
Sedangkan universal maksudnya sunnatullah diperuntukkan bagi seluruh manusia secara umum. Berlaku bagi siapapun dengan porsi yang sama.
Ketetapan Allah ini bisa dirasakan oleh seluruh umat manusia tanpa membedakan ras, suku, golongan, ideologi, dan lain-lain.
(*/msd/tanews).









