TimesAsiaNews.com | Sumatera Barat – Hujan deras melanda dibeberapa kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), dengan intensitas tinggi sehingga memicu bencana hidrometeorologi sepanjang Kamis hingga Jumat dini hari, (7-8/3).
Dari penelusuran media setempat di Padang, rangkaian peristiwa bencana banjir dan longsor di beberapa titik kabupaten dan kota di Sumbar tersebut mengakibatkan 9 orang hilang, 3 meninggal dan 73 orang masih mengungsi, hingga pukul 18.00 WIB, pada Jumat (8/3/2024).
Berdasarkan informasi dari seluruh posko penanganan bencana pada setiap kabupaten dan kota yang terdampak, akibat derasnya hujan mengakibatkan banjir dengan ketinggian mencapai atap rumah warga di kelurahan Banuaran, kecamatan Lubuk Begalung.
Sehingga warga meminta dievakuasi segera, mengingat banjir sudah mengepung di wilayah mereka.
Di Kabupaten Pesisir Selatan, banjir sudah merendam rumah warga di kecamatan Tarusan, Bayang, IV Jurai, Batang Kapas, Sutera, Lengayang, Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti, Tapan dan Lunang.
Sedangkan tanah longsor juga menimpa rumah warga di beberapa titik.
Dilaporkan juga, akses lalu lintas Padang – Painan terganggu dan untuk sementara dialihkan melalui jalan lintas Mandeh yang cukup berbahaya. Untuk kondisi Lalin Painan – Balai Selasa juga terputus, tepatnya di titik jembatan labuhan Pelangai.
10 Orang Warga Pessel Hilang Diduga Tertimbun Longsor, Satu Korban Sudah Ditemukan

Dikabarkan sebanyak 10 orang warga Nagari Langgai Kecamatan Sutera dilaporkan hilang dan satu orang sudah ditemukan hanyut terseret bersamaan dengan rumah korban. Pada peristiwa itu, sebanyak 14 unit rumah hancur oleh longsor dan akses menuju lokasi belum bisa dilalui kendaraan.
73 Jiwa Mengungsi di Kabupaten Agam

Intensitas hujan yang begitu tinggi juga mengakibatkan beberapa daerah di Kabupaten Agam mengalami musibah banjir dan longsor sehingga berdampak kepada masyarakat di wilayah tersebut.
Tercatat, di Nagari Tanjung Sani Kecamatan Tanjuang Raya dan Nagari Salareh Air Kecamatan Palembayan, Jorong Sigidan Malalak Utara puluhan rumah dan fasilitas umum terendam banjir hingga menyebabkan 73 jiwa terpaksa dievakuasi dan harus mengungsi ke tempat yang aman di gedung serbaguna milik PT Agro Masang Pratama (AMP).
Sepasang Pasutri Meninggal Tertimbun Longsor di Padang Pariaman

Sementara itu, di Kabupaten Padang Pariaman juga mengalami musibah banjir dan longsor, termasuk di Korong Olo Bangau Kecamatan Batang Anai
Pada peristiwa tersebut, 1 unit rumah berpenghuni tertimbun longsor, didapati 2 orang warga yang tertimbun berhasil ditemukan dan dievakuasi pada pukul 11.50 WIB, namun sudah dinyatakan meninggal dunia, atas nama Samsuar (70 th) dan Ermawati (67 th).
Berdasarkan laporan penanganan yang berhasil dihimpun, minimnya perlengkapan evakuasi menjadi hambatan utama, karena cukup banyak lokasi yang terdampak membutuhkan peralatan dan perlengkapan, sehingga memudahkan evakuasi.
Kurangnya jumlah alat berat yang tersedia mengakibatkan proses penggalian dan pencarian korban sangat memakan waktu, sehingga pencarian dilakukan dengan perlengkapan yang ada seperti tali dan ban sambil menunggu datangnya bantuan alat berat.
(marawatalk/pikiranrakyat/tanews)








