Dari Slip Gaji Sampai Kulkas, Sederet Temuan Unik Zaman Romawi

Informasi, Regional1307 Views
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Sejarah – Merdeka.com – Artefak sejarah peradaban Romawi kuno telah banyak ditemukan. Romawi kuno adalah sebuah negara yang berpusat di kota Roma, Italia saat ini.

Ternyata peradaban ini dimulai pada tahun 753 SM, yang kemudian menjadi asal usul ditemukannya sistem republik pada tahun 509 SM, disusul pendirikan kekaisaran Romawi pada tahun 27 SM.

Negara Romawi dapat dianggap sebagai salah satu kekaisaran yang paling sukses dalam sejarah.

Berikut berbagai artefak zaman Romawi kuno yang ditemukan, dihimpun dari berbagai sumber:

1. Slip gaji tentara

Arkeolog dari Badan Kepurbakalaan Israel (IAA) menemukan selembar papirus slip gaji milik seorang tentara Romawi berasal dari tahun 72SM saat penggalian di Masada. Masada adalah tebing terjal di Gurun Yudea yang menghadap ke Laut Mati.

Pemberontak Yahudi bercokol di Masada dari tahun 66M hingga 74M, selama Pemberontakan Yahudi melawan Roma. Tentara Romawi mengepung pertahanan terakhir hampir empat tahun setelah jatuhnya Yerusalem.

IAA menemukan rincian gaji militer (salah satu dari hanya tiga gaji legiun yang ditemukan di seluruh Kekaisaran Romawi) yang dikeluarkan untuk prajurit legiun Romawi selama Perang Yahudi-Romawi Pertama pada tahun 72M.

Slip gaji tersebut adalah salah satu dari 14 gulungan Latin yang ditemukan di Masada oleh para arkeolog – 13 di antaranya ditulis di atas papirus, dan satu di atas kertas perkamen.

2. Kulkas

Kulkas zaman Romawi kuno ditemukan saat penggalian situs tempat yang dijadikan benteng pasukan Romawi di Novae. Sisa-sisa benteng itu bisa ditemukan di sebelah utara Bulgaria di sepanjang Sungai Danube, lokasi yang dikuasai bangsa Romawi untuk menjaga perbatasan mereka 2.000 tahun lalu.

Kulkas zaman Romawi itu ditemukan di dalam sebuah barak militer. Benda itu terpasang di dalam lantai batu, artinya kulkas hanya bisa dibuka dari atas. Desain atau bentuk kulkas dan letaknya itu cukup masuk akal karena dengan begitu benda itu dikelilingi suhu yang cukup dingin di ketiga bagian sisinya.

Di dalam kulkas itu arkeolog masih menemukan sisa-sisa tulang yang dipanggang, kemungkinan dari makanan yang sudah dimasak sebelumnya. Mereka juga menemukan mangkuk berisi sisa arang yang diyakini dipakai untuk mengusir serangga.

Arkeolog menemukan sejumlah camilan penonton saat menonton gladiator pada zaman Romawi kuno. Camilan ini ditemukan saat penggalian di Colosseum, Roma, Italia.

Colosseum merupakan salah satu bangunan paling ikonik dari zaman Romawi. Colosseum merupakan ampiteater atau tempat pertunjukan terbuka yang bisa menampung 65.000 penonton.

Saat penggalian, tim menemukan fragmen atau sisa-sisa makanan seperti buah tin, anggur, blackberry, dan walnut. Selain itu, tim juga menemukan tulang beruang dan kucing besar, kemungkinan hewan ini digunakan untuk berburu atau diadu untuk hiburan.

4. Alat bantu seks

©Alat bantu sex

5. Sandal

Kelompok arkeologi Norwegia, Secrets of the Ice, menemukan berbagai macam artefak dan benda arkeologi saat melakukan penjelajahan di gunung. Benda-benda ini ditemukan karena mencairnya gletser dan lapisan es.

©Dua keping koin perak Romawi yang ditemukan di pulau terpencil Laut Baltik. ©Johan Rönnby

Salah satu benda yang ditemukan adalah sandal era Romawi kuno yang terkubur salju di tengah celah gunung yang berbahaya.

Sandal itu diperkirakan berasal dari tahun 200-500 M, bertepatan dengan berakhirnya Kekaisaran Romawi.

6. Koin perak

Para arkeolog bingung sekaligus gembira dengan penemuan dua koin perak dari Kekaisaran Romawi di pulau terpencil di Laut Baltik, Gotska Sandon, yang berada di antara Swedia dan Estonia.

  1. Camilan

Tidak ada tanda-tanda yang mengungkapkan bagaimana koin tersebut bisa sampai di pulau tersebut. Tapi kemungkinan koin itu ditinggalkan pedagang Norse, hilang dalam kapal yang tenggelam, atau dibawa ke sana oleh kapal Romawi yang berlayar ke utara jauh.

Dua koin itu berasal dari kekuasaan Kaisar Trajan, antara tahun 98M dan 117M, dan koin yang satunya dari kekuasaan Kaisar Antoninus Pius, antara tahun 138M dan 161M.

Berat masing-masing koin kurang dari 4 gram dan kemungkinan itu adalah gaji satu hari untuk seorang buruh ketika mereka dicetak. (*/merdeka/tanews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *