Diduga Oknum Pekerja SDN di Jakarta Timur Cabuli Seorang Siswa Kelas Tiga SD

Peristiwa1043 Views
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Jakarta – Seorang ibu wali murid yang masih duduk di bangku kelas tiga Sekolah Dasar Negeri (SDN) Susukan 04 Ciracas Jakarta Timur melaporkan kepihak kepolisian resort Metro Jakarta Timur, bahwa anaknya dicabuli oleh seseorang atau oknum pekerja di sekolah tersebut.

Dari penuturan wali murid bernama Citra, berawal pada tanggal 23 Oktober 2023 Senin malam, pukul 18.30 Wib, ketika Citra ingin mencuci baju seragam sekolah anaknya, (inisial CM), ia mendapati bercak darah.

“Saya melihat celana dalam anak saya  (CM) ada bercak darah. Saya langsung menanyakan ke CM, akan tetapi dia menangis,” sebut Citra secara tertulis kepada redaksi timesasianews.com. Kamis (16/5/2024).

Setelah diinterogasi yang cukup lama kepada anaknya, hingga akhirnya CM mengatakan yang sebenarnya kepada Citra, bahwa seorang pekerja di sekolah tempatnya mengenyam pendidikan dasar yang mencabulinya.

“Ada Om jahat yang pegang kemaluanku dan kemaluan Om itu di masukan ke punya aku di kamar mandi dekat ikan-ikan,” ungkap CM kepada Citra.

Menurut penuturan si anak, dirinya tidak mengetahui nama si pelaku, namun dia mengenali wajah si pelaku tersebut.

Bak disambar petir perasaan Citra mengetahui buah hatinya diperlakukan seperti itu.

“Pada malam itu juga saya langsung ke sekolah untuk meminta melihat cctv. Sesampainya di sekolah saya bertemu kepala sekolah dan wali kelasnya, namun saya tidak di perbolehkan melihat cctv sebelum melakukan visum,” kata Citra.

Mendengar pihak sekolah menyarankan Citra untuk melakukan visum, dirinya langsung menuju ke rumah sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jakarta Timur pada tanggal 24 Oktober 2023 waktu dini hari. Dengan laporan polisi nomor: LP/B/3082/X/2023/SPKT/RES.JAKTIM/PMJ tanggal 24 November 2023.

“Akhirnya saya mengikuti kemauan kepala sekolah untuk melakukan visum dan buat laporan di Polres Metro Jakarta Timur,” tambahnya.

Tidak sampai di situ saja, Citra juga membawa anaknya CM ke PPPA DKI untuk melakukan psikologis.

“Tanggal 16 November 2023 saya membawa CM ke PPPA DKI Jakarta, atas saran penyidik untuk psikologis anak saya,” terangnya.

Baca juga:

Kemenhub Putuskan Tak Buka Penerimaan STIP Tahun Ini, Orang Tua Calon Taruna Ajukan Keberatan

Belum Melihat CCTV Saat Kejadian

Masih dari penjelasan Citra, Tanggal 13 Desember 2023, CM menunjukkan wajah si pelaku melalui foto-foto karyawan SDN 05 Rambutan dan SDN 04/05 Susukan, karena SDN 05 rambutan menumpang gedung di SDN Susukan tersebut.

“Sampai saat ini saya belum dapat melihat hasil rekaman cctv sekolah, begitu juga si pelaku belum ditangkap dan masih  bekerja di sekolah tersebut,” ungkap Citra.

Menurut keterangan Citra bahwa anaknya hingga kini enggan pergi ke sekolah, karena merasa trauma atas kejadian yang menimpa dirinya.

Citra berharap ada keadilan untuk anaknya. Sehingga ia mengatakan pihak sekolah dan polres menutupi kasus ini. “Seakan kasus yang menimpa anak saya di tutup oleh pihak sekolah dan Polres Jakarta Timur,” pungkasnya. **(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *