Timesasianews.com | Karimun – Dalam upaya mempererat hubungan kelembagaan antara media dan penyelenggara pemilu, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPD IWOI) Kabupaten Karimun melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karimun pada Kamis, 16 Oktober 2025. Pertemuan berlangsung di Rumah Pintar Pemilu yang berlokasi di Jalan Poros, dan disambut secara hangat oleh Ketua KPU Karimun, Ir. Mardanus, bersama jajaran komisioner lainnya, Kamis, 16 Oktober 2025.
Kunjungan tersebut menjadi wadah dialog terbuka antara kedua pihak, di mana Ir. Mardanus menyampaikan penghargaan atas inisiatif DPD IWOI dalam membangun komunikasi yang konstruktif. Ia menekankan bahwa keberadaan pers sangat vital dalam mendukung kerja-kerja KPU, khususnya dalam menyampaikan informasi kepemiluan kepada masyarakat secara luas. Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam memastikan setiap tahapan demokrasi dapat dipahami publik secara utuh dan transparan.
Meski tahapan pemilu telah rampung, Mardanus menjelaskan bahwa KPU Karimun tetap menjalankan fungsi edukatif melalui program pendidikan pemilih. Ia juga menyoroti pentingnya pemutakhiran data pemilih yang dilakukan secara berkelanjutan melalui skema PDBP (Pemutakhiran Data Berkelanjutan Pemilih), demi menjaga validitas dan keandalan data yang dimiliki lembaga tersebut.
Di sisi lain, Ketua DPD IWOI Karimun, Sapii, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan KPU. Ia berharap silaturahmi ini menjadi titik awal bagi terjalinnya kerja sama yang lebih intensif dan berkualitas antara insan pers dan KPU, terutama dalam mendukung penyebaran informasi yang akurat dan edukatif kepada masyarakat. Menurutnya, hubungan yang harmonis antara media dan penyelenggara pemilu sangat penting untuk menjaga iklim demokrasi yang sehat dan partisipatif.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong keterbukaan informasi publik. DPD IWOI dan KPU Karimun sepakat bahwa sinergi yang dibangun akan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan literasi politik masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap proses demokrasi di daerah. (*/Adi)








