Duka Cianjur: Trauma dan Takut Gempa Susulan, 17 Keluarga Mengungsi ke Majalengka

Musibah832 Views
banner 468x60

TIMESASIANews | Majalengka – Duka gempa di Cianjur masih banyak dialami warga yang saat terjadi gempa mengunjungi family disana. Ada sebanyak 17 korban yang mengungsi ke rumah saudaranya di Desa Sukasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Selasa (29/11/2022).

Mereka memilih mengungsi ke Majalengka, karena masih trauma dan masih takut dengan gempa susulan yang akan terjadi. Kediaman mereka pun tidak bisa ditempati karena rusak berat.

Pepen Saepudin, salah satu korban gempa Cianjur yang mengungsi ke Majalengka mengatakan, sebelum kejadian adik Pepen berkunjung ke Cianjur untuk takziah ke kakaknya yang meninggal.

“Jadi adik saya nikah dengan orang Majalengka, kebetulan sebelum kejadian, dia ada di sana (Cianjur) lagi takziah kakak meninggal, setelah 3 hari di sana, kejadian lah gempa,” ungkapnya dalam rilisan Berita Satu. Selasa (29/11).

Melihat kondisi Cianjur yang terus-menerus diguncang gempa susulan, lanjut Pepen, ia memilih ikut ke Majalengka bersama sang adik, agar bisa hidup lebih tenang.

“Pas pulang ke sini saya ikut sama yang lainnya, soalnya masih trauma, takut kalau tinggal di sana. Semuanya ada 17 orang yang mengungsi ke sini, 5 orang anak-anak, sisanya orang dewasa,” kata Pepen.

Saat gempa Cianjur mengguncang dengan Magnitudo 5,6 pada Senin 21 November 2022, Pepen sedang berada di dalam rumah.

Karena Pepen sedang sakit, sang adik pun menemaninya. Beruntung saat gempa terjadi, Pepen dan adiknya dapat selamat keluar dari rumah.

“Waktu itu saya lagi di rumah, lagi tiduran, soalnya lagi sakit tidak bisa jalan. Di dalam rumah saya berdua sama adik. Rumah saya di sana hancur semua,” tuturnya.

Pepen bersyukur, ia masih bisa selamat dan menjalani hidup kembali. Ia pun bersyukur bisa mengungsi ke tempat yang lebih aman, meski saat ini iya merasakan sesak Alhamdulillah di sini saya bisa jalan-jalan, kalau di sana tidak bisa jalan-jalan. Sekarang saya lagi ngerasain sesak napas,” katanya.

Sementara itu, pemerintah desa bersama warga terus memberikan bantuan untuk para korban yang mengungsi di Majalengka. Mereka diberikan bantuan berupa makanan, pakaian, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *