Hindari Beri Kopi pada Anak, Bisa Berakibat Seperti Ini!

Kesehatan1326 Views
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Sering kita jumpai orangtua kadang memberikan minuman jenis kopi kepada anaknya, dengan dalih obat kejang pada saat anak panas tinggi.

Diketahui kopi sendiri memiliki kandungan kafein, dengan begitu, kafein bisa saja memberikan efek berbeda jika dikonsumsi anak-anak, apalagi bayi yang belum berusia genap satu tahun.

Baru-baru ini sebuah cuplikan video beredar, yang membuat sebagian warganet mengecam aksi orangtua yang memberikan kopi saset kepada anak bayinya. Melalui video TikTok yang diunggah kembali di media sosial Twitter oleh akun ini pada Ahad (22/1), warganet tak setuju dengan perilaku yang dinilai membahayakan bayi tersebut.

Sembari menandai akun salah seorang dokter, warganet mengeluhkan orangtua yang masih memberikan seduhan kopi pada bayi berusia 7-8 bulan itu, meski sudah ditegur.

“Dokter tolong dong, ini di TikTok udah ditegur masih aja dilakuin, bayi masih usia 7-8 bulan dikasih kopi Nesc*f*, dan BAB lebih dari 9x. Nangisss,” tulis pengunggah.

“Makanan bayi adalah ASI sampai 6 bulan pertama, kemudian ditambah makanan pendamping ASI,” jelasnya.

Tisnasari menerangkan, efek samping konsumsi makanan tidak sesuai pada bayi adalah diare. Bahkan pada bayi berusia kurang dari 6 bulan, pemberian susu selain ASI yang belum diformulasi khusus dan renal solute load terlalu tinggi, dapat meracuni bayi.

“Yang dibutuhkan bayi adalah makanan agar dia bisa tumbuh kembang dengan baik,” kata dia.

Terpisah, dokter spesialis anak di Mayapada Hospital Kuningan, Jakarta, Kurniawan Satria Denta mengatakan, anak mulai boleh mengonsumsi kopi saat berusia di atas 12 tahun.

Menurut Denta, anak di bawah usia tersebut tidak disarankan untuk mengonsumsi minuman atau makanan dengan kandungan kafein, termasuk kopi. Sebab, kata Denta, kafein memiliki sifat stimulan yang memberikan efek seperti jantung berdebar.

Sumber American Academy of Child and Adolescent Psychiatry mengatakan, tidak ada dosis kafein yang terbukti aman untuk anak-anak. Oleh karenanya, saat ini para pakar anak tidak menyarankan kafein untuk anak di bawah 12 tahun dan melarang penggunaan minuman berenergi untuk semua anak dan remaja.

Para pakar pun turut menyarankan, agar anak usia 12-18 tahun membatasi asupan kafein paling banyak 100 miligram setiap hari. Bukan hanya kopi, anjuran untuk menghindari juga berlaku untuk makanan dan minuman berkafein lain, termasuk:

=> Soda Teh, es teh dan teh manis

=> Minuman berenergi Cokelat dan beberapa makanan rasa kopi, seperti es krim, yogurt, dan permen biji kopi.

Efek kopi pada anak-anak

Anak-anak dan orang dewasa kemungkinan mengalami berbagai efek setelah mengonsumsi kafein, antara lain:

  • Insomnia
  • Gelisah
  • Hiperaktif
  • Kecemasan dan mual
  • Kurang nafsu makan
  • Sakit kepala Tremor dan pusing

Peningkatan energi dan pengurangan kelelahan Peningkatan fokus

Adapun konsumsi kafein berlebihan hingga overdosis dapat menimbulkan gejala berupa muntah, tekanan darah tinggi, jantung berdebar kencang, masalah irama jantung, serta disorientasi dan halusinasi. (**)

Dapatkan berita update pilihan dan menarik di www.timesasianews.com

Komp/tanews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *