Kapal MV Serasi 1 Tenggelam di Selat Bangka, Akibat Tubrukan 17 Korban

Musibah713 Views
banner 468x60

TIMESASIANews.com | Babel – Dikabarkan sebuah kapal pengangkut kenderaan atau biasa disebut kapal Ro-Ro (Roll on – Roll off) mengalami insiden tenggelam. Kali ini musibah dialami Kapal MV Serasi 1 yang tenggelam di Perairan Selat Bangka, Kabupaten Bangka Selatan. Terjadi pada Kamis dinihari (1/12/2022) tepatnya dititik koordinat 2°42,370’ Lintang Selatan 105°51,263’ Bujur Timur.

Kepala Basarnas Pangkal Pinang I Made Oka Astawa mengatakan Kapal MV Serasi 1 yang tenggelam tersebut diketahui melayani rute Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, menuju Pelabuhan Belawan, Medan-Sumatera Utara.

“Command Center kami sekitar pukul 02.20 Wib, menerima informasi dari Manager Operasional MV Serasi 1 saudara Deo yang melaporkan keadaan kapal sudah kemasukan air laut,” ujar Made kepada media. Kamis (1/12/2022).

Kata Made, laporan menyebutkan kejadian yang menimpa kapal MV Serasi 1 terjadi sekitar pukul 01.09 WIB. Kapten kapal bernama Subur memutuskan untuk mengkandaskan kapal tersebut.

Selanjutnya Kantor SAR Pangkal Pinang dan unit siaga SAR Muntok mengerahkan tim rescue dengan mengerahkan beberapa alat utama.

“Pukul 02.25 WIB, kami berkoordinasi dengan PT. Toyo Panindo. Pukul 02.27 WIB, tim diberangkatkan dari Kansar menuju lokasi. Pukul 03.23 WIB, korban MV Serasi 1 berhasil dievakuasi oleh KM Lotus. Selanjutnya dibawa menuju pelabuhan Tanjung Kalian Muntok. Sekitar pukul 05.30 Wib tiba Desa Sebagin,” ujarnya.

Menurut informasi dilapangan, dari 17 ABK KM Serasi 1 tersebut ada 5 orang yang dilakukan penanganan khusus, karena mengalami cedera dan luka. Salah satunya mengalami luka bakar akibat tersiram air panas.

Proses evakuasi para ABK tersebut menurut SAR berjalan singkat yakni 30 menit. Kemudian perjalanan dari lokasi evakuasi ke daratan membutuhkan waktu 1 jam.

Dari hasil penyelidikan Tim SAR gabungan, bermula Kapal MV Serasi 1 tersebut tenggelam akibat tubrukan. Sebanyak 17 kru kapal berhasil menyelamatkan diri dengan menggunakan Lifecraft.

“Unsur yang terlibat dalam operasi SAR gabungan ini yakni Basarnas, TNI AL, Direktorat Polairud Polda Bangka Belitung, KSOP, Polair Polres Bangka Barat, BPBD, Fortynine Diving Club, KKP dan tenaga kesehatan Puskesmas Muntok,” ungkap Made. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *