Kargo Batubara Australia Perdana Menuju ke China Sejak Larangan Tidak Resmi Dicabut

Business, Maritim837 Views
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Australia akan mengirimkan kargo batubara ke China pada awal Februari, menurut data perdagangan maritim, ini pengiriman perdana sejak 2020 larangan impor tidak resmi dicabut pada bulan ini.

Dengan mengikuti mekanisme prosedur kepabeanan, serta melihat berakhirnya larangan informal kedua negara tersebut, maka pengiriman ke China semakin mudah, Australia akan terus meningkatkan kuantitas pengirimannya.

Melansir dari Reuters, timesasianews.com, mengutip gcaptain pada Selasa (31/1), ekspor batubara jenis termal ini adalah untuk pembangkit listrik, dan batubara jenis metalurgi adalah untuk pembuatan baja.

Menurut lansiran tersebut, kedua jenis batubara itu sangat disukai oleh konsumen China karena kualitasnya yang tinggi. Sehingga dapat diperkirakan permintaan akan terus meningkat dalam beberapa bulan mendatang.

Setelah Beijing membatalkan strategi nol-COVID di wilayah itu, sekitar 72.000 ton batubara metalurgi dikirimkan, yang dimuat ke kapal curah Magic Eclipse di Hay Point, Australia, pada 23 Januari dan diperkirakan akan tiba di kota Zhanjiang, China selatan di provinsi Guangdong minggu depan, menurut data maritim kapal Refinitiv dan Kpler.

Pembuat baja top China Baowu Group membeli kargo tersebut, menurut seorang pembisnis yang mengetahui kesepakatan dan data posisi kapal.

Baowu adalah salah satu dari empat perusahaan yang didukung pemerintah yang diberi izin dari perencana negara “tirai bambu” itu pada awal Januari untuk membeli batubara Australia. Perusahaan tersebut memiliki 12,25 juta ton kapasitas pembuatan baja per tahun di pabrik Zhanjiang.

Kapal curah lainnya, BBC Maryland , membawa sekitar 12.000 ton batubara termal dari pelabuhan Newcastle Australia menuju kota Changshu di China timur, menurut data Kpler. Kargo dijadwalkan tiba pada 10 Februari tetapi belum diketahui siapa pembelinya.

Dari laporan tersebut, China Energy Investment Corp membeli dua kargo batubara Australia pada awal Januari. Media lokal China juga melaporkan bahwa dua perusahaan lain akan segera untuk membeli batubara Australia tersebut, perusahaan itu telah melakukan pemesanan.

Utilitas dan pembuat baja China lainnya yang tidak termasuk dalam daftar importir yang disetujui Beijing masih menunggu untuk melanjutkan impor. Pejabat bea cukai di lima kota besar di timur dan selatan China mengatakan bahwa tidak ada persyaratan khusus bagi perusahaan yang mengimpor batubara Australia selama proses ditangani pihak bea cukai.

Namun, tidak jelas apakah otoritas pabean akan membebaskan kargo yang dibeli oleh perusahaan selain dari empat perusahaan yang disetujui.

Diketahui jenis batubara termal Australia dengan kandungan panas 5.500 kilokalori dinilai sekitar $132 per ton secara free-onboard, data minggu lalu, turun dari sekitar $137 per ton pada awal Januari, menurut para pebisnis.

“Sedangkan batu bara kokas premium dengan volatilitas rendah untuk pengiriman, hal ini berdasarkan biaya dan pengiriman ke China dinilai sekitar $315 per ton pada minggu lalu, dan naik $320 pada awal Januari,” kata para pembisnis. (reut/gc/tanews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *