Konflik India dan Pakistan Pecah, Pemimpin Dunia: Eskalasi Mengerikan

Asia, World1858 Views
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | London – Ketegangan India dan Pakistan seakan tak terbendung, kini kedua negara di Asia Selatan tersebut memasuki babak baru lagi dalam sebuah peperangan.

Di samping itu, para pemimpin dunia juga telah menyatakan kekhawatirannya atas meningkatnya konflik kedua negara setelah India melancarkan serangan ke Pakistan dan Kashmir yang dikuasai Pakistan pada Rabu (7/5/2025).

Presiden AS Donald Trump menyebut eskalasi tersebut “sangat mengerikan” saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval, dan mendesak kedua belah pihak untuk menghentikan kekerasan.

“Posisi saya adalah, saya cocok dengan keduanya (India dan Pakistan). Saya mengenal keduanya dengan baik dan saya ingin melihat mereka menyelesaikan masalah ini. Jika saya dapat melakukan sesuatu untuk membantu, saya akan hadir,” katanya, sebagaimana mengutip euronews. Kamis (8/5/2025).

Sementara Inggris juga telah berinteraksi terhadap kedua negara. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan, Inggris akan menekankan untuk berdialog, eskalasi dan perlindungan terhadap warga sipil.

Kepala Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengatakan perang ini tidak baik bagi siapa pun. Ia juga menyebut bahwa Eropa berusaha untuk menengahi dan meredakan ketegangan antar kedua negara.

Drone India Ditembak Jatuh di Atas Pakistan

Seorang pejabat Pakistan mengatakan 31 warga sipil tewas dalam serangan India di provinsi Punjab Pakistan dan Kashmir yang dikuasai Pakistan. India mengatakan pihaknya menyerang infrastruktur yang diduga digunakan oleh militan yang melakukan pembantaian terhadap wisatawan di Kashmir bulan lalu.

India mengatakan serangannya pada Rabu (7/5) menargetkan sedikitnya sembilan lokasi di Pakistan yang terkait dengan perencanaan serangan teroris terhadap India.

Sementara itu pihak militer Pakistan mengklaim serangan balasan, “angkatan udara Pakistan menembak jatuh lima jet tempur India,” kata militernya.

Ketegangan meningkat sejak 22 April, ketika diketahui orang-orang bersenjata telah menewaskan sebanyak 26 orang, sebagian besar wisatawan Hindu India, di Kashmir yang dikuasai India. India menuduh Pakistan mendukung militan yang melakukan serangan tersebut, namun hal itu dibantah Islamabad (Pakistan).

Pada Kamis pagi (8/5), pertahanan udara Pakistan menembak jatuh pesawat tak berawak India di dekat pangkalan udara angkatan laut di kota timur Lahore, kata pejabat polisi dan keamanan Pakistan.

India juga mengevakuasi ribuan orang dari desa-desa dekat perbatasan kedua negara yang dijaga ketat oleh militer di wilayah Kashmir yang disengketakan.

Insiden tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen, di samping pihak yang berwenang di India tidak dapat memberikan tanggapannya.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif berjanji untuk membalas serangan tersebut, namun ia tidak dapat memberikan rincian yang tewas atas serangan itu. Ungkapan tersebut dapat meningkatkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas antara kedua negara tetangga yang diklaim memiliki senjata nuklir tersebut.

Sebelumnya pada Rabu (7/5), di London, pengunjuk rasa Pakistan berkumpul di luar Komisi Tinggi India, mereka menyerukan perdamaian antara kedua negara.

Baca Juga:

Heboh Perang Dagang: AS Ultimatum China

“Kami ingin dunia tahu bahwa kami menginginkan perdamaian, kami ingin mengatakan tidak pada perang,” kata Naheeda Nasir, yang menghadiri aksi protes tersebut.

Tariq Mahmood, yang ikut dalam aksi tersebut juga mengatakan, “Saya turut bersimpati kepada keluarga yang telah kehilangan orang yang mereka cintai, benar, tetapi itu tidak membenarkan India untuk pergi dan menyerang orang-orang yang tidak bersalah di Pakistan,” pungkasnya. **

(en/tan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *