Pekan Olahraga dan Seni PPMTI Koto Tinggi, Kearifan Lokal Madrasah Percontohan di Sumbar

Pendidikan, Sumatera2345 Views
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Tanah Datar, Sumatera Barat – Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (PPMTI) Koto Tinggi, terletak di Jalan Berok, Pandai Singkek Kenagarian Koto Tinggi Kecamatan IX Koto Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, adalah sebagai Sekolah Agama yang mengkolaborasi 2 kurikulum (Kitab Kuning dan dari Kementrian Agama) terus berbenah mencapai kemajuan, dengan menyelenggarakan kegiatan Pekan Olahraga dan Seni yang bertemakan, “Dengan Jiwa Sportivitas Eratkan Persaudaraan Tingkatkan Intelektualitas dan Kreativitas.”

Kegiatan yang memuat sekaligus mengenalkan kearifan lokal yang berbasis olahraga dan kesenian tersebut berlangsung selama dua hari, yakni dari tanggal 11 hingga 12 Juni 2024.

Kepala Pondok Pesantren PPMTI Koto Tinggi, Drs Damsir, mengatakan bahwa kegiatan ini terselenggara untuk menumbuh-kembangkan budaya kearifan lokal, yang berorientasi kepada peningkatan prestasi Santriwan dan santriwati dalam bidang olahraga dan kesenian, baik daerah maupun nasional.

“Karena sejatinya madrasah ini bukan hanya mendidik anak-anak yang paham tentang ilmu agama tetapi harus dibarengi dengan semangat olahraga dan kesenian terutama dalam peningkatan prestasi baik dalam pekan olahraga yang bersifat daerah maupun nasional,” katanya dalam sambutan. Rabu (12/6/2024).

©rar/doc

Lebih lanjut Damsir mengatakan, “selain mendidik, di samping memiliki jiwa sportivitas yang tinggi dan nilai-nilai intelektual, sehingga setelah tamat dari sini alumninya dapat bersaing, terutama menghadapi era digitalisasi tanpa melupakan jati diri sebagai insan akademis yang lil tafaqquh fiddin,” tutur Damsir.

©rar/doc

Pekan Olahraga dan kesenian tersebut mendapat apresiasi dari kepala Yayasan PPMTI, Toni Andriko, S.Hi. Dia berpesan, untuk menghadapi tantangan yang cukup komplek terutama kreativitas sebagai seorang antri, harus menjadi pelopor untuk menumbuh-kembangkan daya imajinasi dan kemampuan di masa akan datang.

Baca Juga:

Gubernur Mahyeldi: Merawat Ideologi Pancasila Sebagai Wadah Pemersatu Bangsa

“Kepada seluruh para santri untuk terus mengasah kemampuan intelektual dan kreativitas yang harus sejalan, agar menciptakan insan akademis yang dapat bersaing di masa yang akan datang menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Toni Andriko. **(rar/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *