Penumpang Gelap Ini Ikut Berlayar 11 Hari Duduk Dikemudi Kapal

Maritim1044 Views
banner 468x60

TIMESASIANews.com | Jumlah migran yang menyeberang dengan menggunakan kapal seakan tak pernah berhenti, dari Afrika barat ke Kepulauan Canary milik Spanyol telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Didapati Tiga penumpang gelap ditemukan duduk di daun kemudi kapal Tanker. Kapal pengangkut minyak itu melakukan perjalanan layar selama 11 hari dari Nigeria ke Spanyol pada Selasa (29/11/2022).

Sebuah foto yang dibagikan oleh penjaga pantai menunjukkan para pria itu duduk di daun kemudi di luar buritan kapal Tanker Althini II yang berbendera Malta. Kaki mereka kurang dari satu meter dari permukaan air laut.

Petugas di Gran Canaria, tempat kapal tanker itu berlabuh mengirimkan foto imigran gelap tersebut, sebagaimana yang dilansir dari BBC, selanjutnya petugas melarikan ketiganya ke rumah sakit, di mana tiga penumpang gelap itu mendapat perawatan karena dehidrasi sedang.

Menurut data yang dikumpulkan dari situs pelacakan maritim, perjalanan kapal Tanker Althini II tiba di Las Palmas, Gran Canaria Spanyol setelah berlayar dari kota terbesar Nigeria, Lagos itu sejauh lebih dari 2.700 mil laut atau sekitar 4.345 kilometer.

Sebagai perbandingan, panjang wilayah Indonesia dengan menghitung jarak kota Sabang hingga Merauke berdasarkan garis imajiner mencapai 5.245 kilometer jauhnya, pada catatan Kompas.

Kantor berita Spanyol EFE merilis bahwa orang-orang itu hanya diperiksa oleh petugas medis di dermaga tempat mereka ditemukan, lalu segera dibawa ke rumah sakit. Ini bukan pertama kalinya penumpang gelap ditemukan di daun kemudi kapal yang bentuknya mirip sirip besar seperti pisau di bawah kapal dan digunakan untuk kemudi.

Sebelumnya juga ditemukan seorang anak laki-laki berusia 14 tahun yang juga melakukan perjalanan dari Lagos ke Gran Canaria pada 2020.

Kepada surat kabar El Pais, anak itu mengaku menghabiskan seluruh perjalanan selama 15 hari di kemudi sebuah kapal Tanker besar. Ia bersama temannya dirawat di rumah sakit saat tiba, setelah bertahan hidup di air asin dan bergiliran tidur di lubang di atas kemudi kapal.

“Kami sangat lemah. Saya tidak pernah membayangkan akan sesulit ini,” ujarnya dilansir dari BBC.

Dalam insiden lain di tahun yang sama, empat orang ditemukan di kemudi kapal Tanker minyak Norwegia, Champion Pula, setelah melakukan perjalanan dari Lagos ke Las Palmas. Laporan pada saat itu mengatakan mereka bersembunyi di sebuah ruangan di belakang kemudi selama 10 hari di laut.

Sebuah pembuktian setiap negara berkembang yang bertetangga dengan negara maju akan riskan dialami warganya melakukan perjalanan panjang tidak resmi yang berbahaya dan mematikan. Pada 2021, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) PBB mencatat 1.126 kematian di rute yang sama. (**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *