Pidato Jokowi Soal Pro Transportasi Massal, Netizen: Itu Mah Hanya Manis di Bibir Saja

Nasional910 Views
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Pidato Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, sempat menyinggung tentang adanya pembengkakan biaya pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Ternyata, hal tersebut menjadi bahan gunjingan di media sosial.

Pasalnya, berdasarkan hasil audit BPKP, pembengkakan biayanya ditaksir mencapai US$1,2 miliar atau Rp18,2 triliun. Meski demikian, Jokowi mengatakan bahwa pemerintah tetap akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur transportasi umum. Tujuannya untuk mengurangi emisi yang dihasilkan dari kendaraan pribadi.

“Kita harus pro terhadap transportasi massal, bukan kendaraan pribadi, tapi harus pro terhadap transportasi masal, sehingga yang namanya MRT, LRT, Kereta Api, KCIC itu menjadi sebuah keharusan bagi kota besar,” ujar Presiden Jokowi disela kunjungan pada pembukaan IIMS beberapa waktu lalu yang dikutip dari warta ekonomi. Selasa (21/2).

Menanggapi hal itu, pengamat sosial politik, Antonius Boediono, menyampaikan kritikannya. Menurutnya, jika benar Jokowi mendukung transportasi massal, seharusnya dibarengi dengan penghentian produksi kendaraan roda empat.

“Saya hanya mengusulkan saja jika Bangsa ini benar-benar Pro Transportasi Massal sebaiknya Pemerintah menghentikan produksi Kendaraan R4 yang berbasiskan LCGC dan kendaraan Pribadi ~ Stop seluruhnya kemudian alihkan ke Public Transportation #hening,” tulis Antonius Boediono melalui akun Twitter-nya, @asboedionoid.

Cuitan Antonius pun ramai dikomentari warganet. Umumnya, mereka setuju dengan usulan tersebut. Ada pula yang menganggap Presiden Jokowi hanya manis di bibir sebab, biaya yang harus dikeluarkan warga untuk menggunakan kereta cepat terbilang sangat mahal.

“18 triliun, pro transportasi massal, saat di pameran mobil agar produsen banyakin ekspor..logikanya ko putus2 gitu ya. Penasaran, coba sekali2 beliau buat tulisan di koran? Pengin belajar dari beliau..,” balas salah satu warganet.

“Transportasi massal tapi gak murah, kiro2 masuk akal gak sih?,” kritik lainnyaMana ada pro transportasi massal, klo pro chikom mungkin “ya”,” sindir lainnya. (wrteko/tanews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *