TimesAsiaNews.com | Taiwan – Untuk mengurangi ketergantungan pada semikonduktor dari Tiongkok, Taiwan memanfaatkan industri tersebut untuk memproduksi pasukan pesawat tanpa awak, guna membantu AS dan sekutu Barat.
Hal itu diungkap oleh Politico sekaligus melaporkan pada hari Jumat lalu, bahwa Tiongkok mendominasi sekitar 80% pasar pesawat nirawak sipil global dan memonopoli produksi komponen pesawat nirawak penting, seperti baterai lithium-ion kecil. Alasan tersebut karena meningkatnya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok, sehingga konflik telah meluas ke sektor pesawat nirawak.
Pada tanggal 31 Juli dan 5 Desember, Tiongkok mengumumkan dua gelombang pembatasan ekspor komponen utama pesawat nirawak ke AS dan Eropa. Kontrol ekspor ini ditambah dengan masa jabatan presiden Trump diperkirakan akan memperparah sengketa perdagangan AS-Tiongkok.
Menyadari semakin pentingnya pesawat nirawak sebagai elemen inti peperangan modern, Taiwan memposisikan dirinya sebagai pusat produksi pesawat nirawak global melalui semikonduktor canggihnya, yang mencakup 95% pasar global. Upaya ini bertujuan untuk membantu AS dan sekutu Barat lainnya dalam mengurangi ketergantungan pada rantai pasokan Tiongkok.
Melansir Taiwan news, Selasa (24/12), Laporan tersebut menunjukkan bahwa Tiongkok baru-baru ini memperkenalkan pesawat nirawak “loyal wingman” Feihong FH-97A untuk mengimbangi militer AS, yang merupakan peluang bagi Taiwan. Pada tahun 2022, pemerintah Taiwan membentuk inisiatif Tim Nasional Pesawat Nirawak, yang merekrut pembuat pesawat nirawak komersial dan perusahaan penerbangan dan kedirgantaraan untuk mempercepat pengembangan dan penyebaran pesawat nirawak komersial dan militer.
Inisiatif tersebut telah menetapkan target untuk memproduksi 15.000 drone per bulan di dalam negeri pada tahun 2028.
CEO pendiri Tron Future Wang Yu-jiu mengatakan kepada, “Kami melihat potensinya, kami melihat hal itu terjadi dan pemerintah juga menginginkan hal itu terjadi, dan pertukaran bisnis tengah terjadi antara perusahaan Taiwan dan AS,” katanya kepada Politico, mengutip Taiwan news.
Wang menunjukkan bahwa perusahaan elektronik konsumen besar yang mengkhususkan diri dalam komputer dan smartphone mulai merambah ke produksi pesawat nirawak tahun lalu. Industri semikonduktor Taiwan dapat lebih meningkatkan sektor pesawat nirawak dengan mengaktifkan kemampuan AI tingkat lanjut, seperti melindungi sistem GPS dari gangguan.
Perwakilan Taiwan untuk Uni Eropa dan Belgia Roy Chun Lee, mengatakan bahwa perang Rusia-Ukraina menggarisbawahi pentingnya mengamankan rantai pasokan pesawat nirawak. Lee mengatakan bahwa kekuatan industri Taiwan, dikombinasikan dengan permintaan internasional untuk, “rantai pasokan yang tangguh dan tepercaya, menjadikan Taiwan mitra yang ideal bagi negara-negara demokratis yang memprioritaskan keamanan rantai pasokan,” ungkapnya.
Baca Juga:
Taiwan Keluarkan Peringatan Suhu Tertinggi Capai 38 C di Bagian Selatan
Pada bulan September, Departemen Perdagangan AS memimpin delegasi yang terdiri dari 26 produsen sistem anti-drone dan pesawat nirawak AS ke Taiwan, termasuk Northrop Grumman, Shield AI, dan Textron Systems. Kunjungan delegasi tersebut dirancang untuk memupuk kerja sama antara perusahaan pesawat nirawak Taiwan dan AS.
David Gardas, seorang analis di lembaga pemikir Ceko Sinopsis, bahwa kecerdasan teknologi Taiwan, kepentingan geopolitik, dan kemitraan pertahanan yang berkembang memungkinkannya memainkan peran penting dalam menawarkan alternatif yang aman bagi sistem China. **(politico/tn)














