UN Manado Jejaki Kerja Sama dengan Zion Rusia Atasi Inflasi Rica

Geologi, Inovasi1075 Views
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Manado – Pertemuan melalui zoom meeting antara Universitas Nusantara (UN) Manado yang dipimpin oleh Rektor Drs. Teddy Manueke, MM beserta jajarannya berhasil membangun kolaborasi penelitian yang akan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU dengan pihak Zion Rusia yang dipimpin oleh Dr. Igor Melnikov (President, ZION Holding Board Member, PhD in Chemistry). Kamis (7/5/2026).

Kolaborasi strategis ini berfokus pada implementasi teknologi pertanian modern bertajuk proyek “Rica Digital”. Inisiatif ini muncul sebagai jawaban atas persoalan klasik di Sulawesi Utara, yakni defisit pasokan cabai (rica) yang menjadi pemicu utama inflasi daerah selama lebih dari dua dekade.

Melalui integrasi teknologi Ion-Exchange Substrate milik Zion Rusia dengan sistem Smart Greenhouse berbasis IoT (Internet of Things) hasil inovasi tim ahli UN Manado, proyek ini menargetkan stabilitas produksi rica lokal tanpa tergantung pada musim.

Rektor UN Manado, Drs. Teddy Manueke, MM, menegaskan bahwa universitas memiliki peran sentral dalam menyelesaikan masalah nyata di masyarakat. “Kami tidak hanya melakukan penelitian di atas kertas. Melalui kerja sama dengan Zion Rusia, kami membawa solusi teknologi tingkat dunia untuk memastikan ketersediaan rica di pasar lokal tetap stabil sehingga harga dapat terjangkau oleh masyarakat Sulawesi Utara,” ujarnya.

Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Telematika UN Manado menambahkan bahwa proyek ini memiliki dimensi sosiologis yang unik. Selain efisiensi teknis yang diawasi oleh peneliti utama Dr. Standy Oei (Lulusan Summa Cumlaude UGM & Peneliti Scopus Q1), proyek ini juga mengusung misi “Diplomasi Rica”. Tujuannya adalah mengembalikan gengsi petani lokal dengan mengubah citra pertanian tradisional menjadi industri teknologi tinggi (Digital Agrotechnology).

Pihak Zion Rusia, Dr. Igor Melnikov, menyambut hangat inisiatif ini dan menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan teknis penuh. Keberhasilan Zion di berbagai negara dalam meningkatkan hasil panen hingga 200 persen menjadi jaminan bahwa teknologi ini akan sangat efektif jika diterapkan di tanah vulkanik Sulawesi Utara.

Baca Juga:

Percepat Layanan Izin Lingkungan 29 Hari, BP Batam Dukung Kemudahan Investasi

Sebagai langkah nyata, dalam waktu dekat kedua belah pihak akan melakukan penandatanganan MoU secara resmi yang akan disaksikan oleh pemerintah daerah melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA/Litbang) Sulawesi Utara.

Proyek percontohan (Pilot Project) ini diharapkan menjadi model kemandirian pangan yang dapat direplikasi di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Utara. Hal ini telah dijejaki UN Manado dengan Litbangda Sulut yang disambut baik oleh Kaban Litbang Ir. Janny Lukas, M.Si dan jajarannya belum lama ini. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *