Wakil Walikota Batam Usir Warga yang Datang ke Batam Hanya Untuk Merusak Lingkungan, Ucapan Li Jadi Sorotan Publik!

banner 468x60

“Oleh karena itu, setiap pelanggaran aturan yang makin memperburuk kondisi lingkungan akan  kami tindak. Kami tidak melarang orang datang ke Batam. Tapi mari sama-sama kita jaga Batam dengan mentaati aturan yang ada,” tegas Li Claudia. Rabu (29/4/2026).

Namun teguran yang disampaikan Li kepada para pekerja penambang pasir itu terdengar sangat keras dan terbilang kasar sehingga ucapan tersebut menuai kontra dari tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Jika benar itu disampaikan kepada masyarakat, tentu sangat disayangkan, pemimpin seharusnya berbicara dengan bijak, karena ucapannya akan berdampak luas,” ujar salah satu tokoh agama.

Tokoh masyarakat juga menyampaikan pandangan serupa. Menurut mereka, jabatan publik menuntut sikap yang tegas sekaligus menghormati masyarakat.

‎“Rakyat harus dihormati. Ketegasan itu penting, tetapi cara menyampaikannya juga harus tepat. Apalagi kepada orang yang sedang mencari penghidupan,” ujarnya.‎

Baca Juga:

BP Batam – Kejati Kepri Pererat Kemitraan Penangangan Hukum

Sorotan publik semakin menguat ketika melihat latar belakang Li Claudia Chandra yang memiliki pengalaman di dunia usaha dan politik, termasuk pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD di Tangerang Selatan sebelum terpilih dalam Pilkada Batam 2024.

‎Dengan pengalaman tersebut, publik berharap adanya konsistensi dalam menjaga etika komunikasi, terlebih dalam situasi yang melibatkan masyarakat secara langsung.

‎Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa sikap dan cara berbicara seorang pemimpin memiliki dampak besar. Masyarakat tidak hanya menilai kebijakan, tetapi juga bagaimana seorang pemimpin memperlakukan rakyatnya. *(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *