TimesAsiaNews.com | Boyolali – Sejumlah delapan orang tewas dalam kecelakaan beruntun di Tol Semarang-Solo, Km 487+600 Boyolali. Kejadian pada dini hari tadi itu pun mengejutkan warga sekitar.
“Pas waktu sahur (kejadiannya), jam 4 kurang 5 menit,” kata Poniman (55) warga Dukuh Gunungsari, Desa Tawangsari, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jumat (14/4/2023).
Saksi Poniman mengatakan, rumahnya berjarak sekitar 500 meter dari lokasi kecelakaan tersebut. Suara benturan keras terdengar beberapa kali hingga jendela dan pintu rumahnya bergetar.
“Duorrr!….. terus diikuti suara beruntun, dorrr dorrrr dorrrrrr. 4 kali terdengar suara seperti ledakan,” jelas Poniman.
Saat itu dirinya usai makan sahur.

Setelah mendengar suara ledakan itu, dia dan anaknya, Angga langsung lari keluar rumah dan ke tempat kejadian perkara (TKP).
“Yang paling parah itu yang mobil elf,” imbuhnya.

Senada dikatakan warga lainnya, Giarto (65). Dari rumah Giarto ini berjarak sekitar 400 meter ke TKP. Dari depan rumahnya juga bisa langsung melihat lokasi kejadian.
Giarto mengaku, pagi itu dirinya dan keluarga sedang makan sahur. Tiba-tiba dikejutkan dengan suara keras dari arah jalan tol.

“Pertama itu seperti suara ban meletus. Kemudian dor dor dorrr! Sekitar 4 kali,” katanya.
Suara ledakan itu, lanjut dia, terdengar keras sekali.
Kecelakaan terjadi di Tol Semarang-Solo, KM 487+600 di wilayah Desa Gumukrejo, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Melibatkan 8 orang tewas dan sejumlah korban luka. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB.
6 Korban Tewas Laka Maut Tol Boyolali Sekeluarga Asal Nganjuk
Keenam korban asal Ngajuk itu adalah Suparti, Sri Damayanti, Yaudi, Binti Suciati, Chayatin, dan Agus Kusnudin.
“Saya keluarga dari Agus. Itu yang meninggal (dari Nganjuk) masih satu keluarga,” kata Gunawan, salah satu kerabat korban.
Dia menuturkan, korban Agus bersama rombongan melakukan perjalanan dari Purbalingga, kembali ke Nganjuk. Setibanya di Boyolali, mobil yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan beruntun tersebut.
“Saya diberitahu oleh Kepala Desa (Kades) dan pihak Polsek pagi tadi jam 10.00 WIB. Saya langsung ke sini,” pungkasnya. (*/detik/tanews).














