TimesAsiaNews.com | Susu termasuk sumber kalsium bagi anak masa pertumbuhan, namun jika dikonsumsi berlebihan atau terlalu banyak, bisa menimbulkan masalah kesehatan bagi si kecil.
Berbagai efek samping dan gejala negatif jika minum susu berlebihan harus diwaspadai. Menurut laman wrigglytoes, minum susu baiknya tidak berlebihan.
Ketika anak kekurangan cairan atau menderita diare, meminum terlalu banyak susu dapat membuat dehidrasi semakin parah. Sebab, tubuh anak kekurangan air untuk mengeluarkan kelebihan protein. Jika anak mengalami dehidrasi, disarankan untuk memberikan air dari pada susu.
Anemia Susu
Balita yang minum susu berlebihan juga berisiko mengalami anemia susu atau anemia defisiensi besi, yang mengakibatkan kelebihan oksigen dalam darah.
Sembelit
Susu memang mengenyangkan tetapi tidak menyediakan serat, anak-anak dapat mengalami sembelit karena terlalu banyak minum susu dan makan lebih sedikit makanan serat. Konsumsi susu berlebihan juga secara tidak langsung dapat menyebabkan peningkatan kemungkinan diare dan efek dehidrasi lainnya, karena susu menimbulkan beban zat terlarut dalam ginjal.
Melansir dari laman verywellfamily, bisa menjadi masalah bagi balita yang minum lebih dari 16 sampai 20 ons susu setiap hari.
Kebiasaan Makan Yang Buruk
Jika balita yang telah melewati usia 2 tahun terus minum susu, maka muncul kalori ekstra yang menyebabkan anak mudah kenyang dan tidak mau makan makanan bergizi lainnya. Apabila anak telah makan dengan baik, maka kalori ekstra tersebut menyebabkan penambahan berat badan.
Susu bisa menjadi bagian penting untuk kesehatan anak selama tidak menimbulkan dampak buruk pada kesehatan dan status gizinya. Jadi, penting untuk memperhatikan kebiasaan makan anak, ikuti rekomendasi nutrisi dokter, dan bicarakan dengan dokter jika anak minum susu dan menolak makanan lain. (**)
<Tempco/tanews>








