TimesAsiaNews.com | Jakarta – APTIKNAS membawa industri teknologi Indonesia ke pusat percakapan regional melalui ASOCIO Digital & AI Summit 2026. Berlangsung pada 5–7 Oktober di Swissôtel Jakarta PIK Avenue, forum ini mempertemukan pemimpin asosiasi, pemerintah, pelaku usaha, inovator, dan delegasi Asia–Oseania untuk membahas arah pengembangan AI sekaligus membuka peluang kerja sama lintas ekonomi.
Sebagai tuan rumah, Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) menghubungkan jejaring industri nasional dengan komunitas ASOCIO. Agenda selama tiga hari bergerak dari konsolidasi kepemimpinan regional menuju dialog kebijakan, pertukaran pengalaman industri, penghargaan inovasi, dan pertemuan bisnis. Kehadiran Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memperkuat ruang dialog pemerintah dan dunia usaha.
Soegiharto Santoso, yang dikenal sebagai Pak Hoky, selaku Ketua Umum APTIKNAS, Ketua Umum APKOMINDO, sekaligus Sekretaris Jenderal PERATIN, dalam sambutan pembukanya menyampaikan:
“Menjadi tuan rumah ASOCIO merupakan kesempatan bagi APTIKNAS untuk membawa kemampuan industri teknologi Indonesia lebih dekat dengan mitra regional. Kami ingin jejaring yang terbangun di Jakarta membuka akses pasar, mempertemukan kebutuhan dengan solusi, dan berkembang menjadi kerja sama yang bermanfaat bagi dunia usaha serta masyarakat.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pengembangan ekosistem digital nasional, kami juga memandang pentingnya keseimbangan antara inovasi teknologi, kepastian hukum, perlindungan data, dan tata kelola digital yang bertanggung jawab. Melalui kolaborasi antara industri, pemerintah, dan para pemangku kepentingan, kami berharap transformasi digital dapat berkembang secara berkelanjutan, tepercaya, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.”
Dari General Assembly Menuju Diplomasi Pariwisata
Hari pertama diawali ASOCIO General Assembly yang berlangsung tertutup dan dihadiri oleh perwakilan dari seluruh 25 member economies ASOCIO. Sebanyak 22 member economies hadir secara langsung, sementara tiga member economies lainnya mengikuti secara daring. Forum ini membahas arah organisasi sekaligus menetapkan kepengurusan ASOCIO periode 2027–2028, dengan Stan Singh-Jit kembali dipercaya sebagai Chairman ASOCIO. Bagi Indonesia, terpilihnya Karim Taslim sebagai Vice Chairman ASOCIO untuk periode tersebut semakin memperkuat representasi Indonesia dalam kepemimpinan organisasi TIK tingkat regional.

Malam harinya, Welcome Dinner & Networking dibuka oleh Wakil Menteri Pariwisata – Ni Luh Puspa. Ia menyoroti peran AI, machine learning, dan data dalam Tourism 5.0, mulai dari promosi destinasi hingga pengalaman perjalanan yang lebih personal. Budaya, kreativitas, dan keramahtamahan tetap menjadi inti pariwisata Indonesia. Suasana akrab, termasuk ketika ia melayani permintaan swafoto delegasi, melengkapi penyambutan para tamu internasional.
Grand Opening Menghubungkan Keamanan Siber Dan Masa Depan AI
Pada hari kedua, Grand Opening ASOCIO Digital Summit 2026 dilanjutkan dengan peluncuran ASOCIO Cybersecurity Policy Report. Agenda ini menempatkan keamanan siber dan kepercayaan digital sebagai bagian penting dari percepatan adopsi AI. Dalam rangkaian yang sama, Special Recognition & Appreciation diberikan kepada V2 Indonesia yang dipimpin Founder & CEO Rudi Hidayat, juga Special Appreciation kepada Erlin Veronica Hartanto dari WGS Group, serta Sue McTaggart dari Dark Defensive (USA).
Baca Juga:
Dari Headcount ke Performance: SIEF 2026 Bahas Workforce Readiness, Perkuat Operasional Rumah Sakit
Sesi keynote, plenary panel, dan fireside chat memperluas pembahasan mengenai arah industri. Rajesh Nambiar, President NASSCOM dari India, menyampaikan keynote dan turut hadir dalam ASOCIO Chairman’s Lounge bertajuk TWO SIDES TOMORROW. Format debat mempertemukannya dengan Muh. Murtaza Khan dari Sybrid Private Ltd, Saad Ahmad dari Smart IS, Ediri Bandhanage Buddika Prasanna dari Softlogic IT Pvt. Ltd, dan Sue McTaggart. Pertemuan lintas perspektif ini memberi peserta ruang untuk menelaah peluang serta tantangan perkembangan teknologi di masa yang akan datang.
Keynote Menko AHY Menjadi Puncak Award Night
Puncak rangkaian hari kedua berlangsung pada ASOCIO Award Night dengan kehadiran Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pengembagan Kewilayahan – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Di hadapan Board ASOCIO, pimpinan asosiasi, delegasi internasional, pelaku industri, penerima penghargaan, dan pejabat pemerintah, AHY menyampaikan keynote bertema Infrastructure in the Age of AI. Pemaparannya menghubungkan visi transformasi digital dengan kesiapan infrastruktur dan manfaat yang perlu dirasakan masyarakat.
AHY menyoroti tiga dimensi konektivitas yang harus berkembang secara terpadu: fisik, digital, dan energi. Infrastruktur transportasi menghubungkan mobilitas manusia serta barang; jaringan serat optik, broadband, satelit, cloud, dan pusat data menopang layanan digital; sementara pasokan energi yang andal dan berkelanjutan memungkinkan ekonomi digital bertumbuh secara konsisten.
Baca Juga:
JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya
Pesan tersebut relevan bagi dunia usaha: pemanfaatan AI memerlukan fondasi yang mendukung produktivitas, perluasan akses, dan pemerataan pertumbuhan. Kualitas infrastruktur menentukan sejauh mana peluang teknologi dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan kelompok masyarakat. Keynote AHY mendapat standing ovation dari seluruh hadirin, mencerminkan apresiasi atas pandangan yang mengaitkan perkembangan teknologi dengan kebutuhan pembangunan dan industri.
Penghargaan Kehormatan Tertinggi ASOCIO untuk AHY
Pada kesempatan yang sama, ASOCIO menganugerahkan Special Honorary Leadership Award kepada Menko AHY. Penghargaan kehormatan tertinggi ASOCIO tersebut diberikan dalam bidang Digital Infrastructure and Regional Connectivity Leadership, sebagai pengakuan atas kepemimpinannya dalam mendorong infrastruktur terintegrasi, konektivitas digital, pembangunan wilayah berkelanjutan, serta fondasi ekonomi digital yang inklusif dan tangguh.
Penganugerahan ini menempatkan kepemimpinan Indonesia dalam pembangunan infrastruktur dan konektivitas di hadapan komunitas teknologi Asia–Oseania. Bagi APTIKNAS sebagai tuan rumah, momen tersebut memperkuat pesan bahwa kerja sama pemerintah, asosiasi, dan dunia usaha memiliki peran penting dalam mewujudkan manfaat transformasi digital.
Dari Penghargaan Menuju Peluang Bisnis
Hari terakhir mengarahkan percakapan pada penerapan AI dan manfaat nyata bagi industri serta masyarakat. Salah satu keynote disampaikan Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenekraf RI). Kehadirannya memperkaya pembahasan tentang hubungan antara teknologi, kreativitas, dan pengembangan sumber pertumbuhan ekonomi.
Menjelang penutupan acara, melalui Pitch Networking, setiap penerima penghargaan memperoleh tiga menit di panggung utama untuk memperkenalkan perusahaan, produk, inovasi, atau solusinya. Format singkat ini memberi delegasi kesempatan mengenal kemampuan di balik penghargaan dan menjajaki kecocokan dengan kebutuhan bisnis mereka. Pengakuan yang diterima para inovator pun memperoleh ruang tindak lanjut melalui percakapan dengan calon mitra lintas negara.
Karim Taslim, Chair Organising Committee ASOCIO Digital & AI Summit 2026 menyatakan; “Kami ingin hubungan yang dimulai di summit ini berlanjut menjadi proyek dan kemitraan yang dapat diwujudkan. Pitch Networking memberi penerima penghargaan ruang untuk memperkenalkan solusi mereka, sekaligus membantu delegasi menemukan mitra yang tepat. Ukuran keberhasilan berikutnya adalah bagaimana kita menindaklanjuti peluang tersebut bersama-sama.” Tuturnya.
Diplomasi Angklung Menutup Tiga Hari Kolaborasi
Setelah rangkaian dialog teknologi dan bisnis, summit ditutup dengan Diplomasi Angklung, sebuah pengalaman budaya yang mempererat kebersamaan para delegasi. Dipandu oleh Fanky Christian, Sekretaris Jenderal APTIKNAS, para delegasi memainkan instrumen angklung secara bersama-sama, mengikuti arahan dan memainkan bagiannya masing-masing. Perpaduan bunyi dari setiap instrumen menghasilkan sebuah melodi yang harmonis, sekaligus menghadirkan pesan tentang kebersamaan, kolaborasi, dan harmoni dalam keberagaman yang berakar pada budaya Indonesia.
Momen tersebut merangkum semangat yang dibangun selama pertemuan di Jakarta. Setiap member economy membawa kemampuan, pengalaman, dan kebutuhan yang berbeda. Kerja sama berkembang ketika para anggotanya saling mendengarkan dan memberi ruang bagi kontribusi masing-masing. Semangat yang sama dibutuhkan dalam pengembangan AI agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Baca Juga:
Zaman AI Data di Laptop Bisa Keluar Diam-Diam, Ini yang Perlu Diwaspadai
Dengan Yangon, Myanmar, terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan berikutnya pada 2027, perjalanan ASOCIO terus berlanjut. Bagi APTIKNAS, penyelenggaraan summit di Jakarta menjadi pijakan strategis untuk mempererat hubungan industri Indonesia dengan mitra Asia–Oseania yang tergabung dalam ASOCIO, yang mencakup 25 member economies, menindaklanjuti berbagai peluang kolaborasi yang telah terbuka, serta memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama digital regional. *(hend)








