Malapraktik: Bayi 7 Bulan Terpotong Jari, Ibu Sri Minta Keadilan ke Hotman Paris

banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Palembang – Sri Wahyuni ibu dari bayi 7 bulan yang jarinya terpotong oknum perawat senior di RS Palembang kini mengadu ke Hotman Paris guna menuntut keadilan. Sebagai ibu, dirinya sangat tidak terima dengan malapraktik yang dialami oleh bayi mungilnya.

Video yang berisi harapan Sri Wahyuni mengenai keadilan bagi anaknya diposting oleh Hotman Paris diakun instagram miliknya, Senin (6/2/2023).

“Pak Hotman Paris saya Sri Wahyuni ibu dari bayi bernama Arumi, yang mana anak saya jari kelingkingnya terputus oleh ulah perawat,” ungkap Sri Wahyuni dalam video yang beredar.

“Sekarang bayi saya dirawat di salah satu RS swasta Palembang,” sambungnya.

Sri Wahyuni, ibu korban meminta bantuan Hotman Paris mencari keadilan dalam menyelesaikan proses hukum ini.

“Disini yang meminta pak Hotman Paris mohon bantuan bapak dalam menyelesaikan proses hukum, saya mohon minta keadilan sama bapak, terimakasih,” ungkap ibu korban.

Pengacara kondang Hotman Paris akhirnya turun tangan siap menangani kasus jari bayi tujuh bulan tergunting di Rumah Sakit Palembang. (Ig/@hotmanparisofficial)

Melengkapi postingan tersebut, Hotman Paris juga menuliskan keterangan pasal yang bisa dikenakan terhadap oknum perawat yang melakukan kelalaian fatal tersebut.

“Pasal 360 KUHP

(1) Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mendapatkan ‘luka-luka berat’, diancam dengan pidana penjara paling lama ‘lima tahun’ atau pidana kurungan paling lama satu tahun,

(2) Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain ‘luka-luka ‘sedemikian rupa sehingga timbul penyakit atau halangan menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian selama waktu tertentu, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana kurungan paling lama enam bulan atau pidana denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah.” tulis Hotman.Sementara saat ini bayi perempuan inisial AA itu masih dalam pengawasan usai menjalani operasi untuk menyambungkan kembali jari kelingking kiri yang terputus.

Pihak rumah sakit menunggu 3 hari kedepan untuk memastikan hasil operasi.

Pengacara kondang Hotman Paris akhirnya turun tangan siap menangani kasus jari bayi tujuh bulan tergunting di Rumah Sakit Palembang.

Hal ini diungkap Hotman Paris dalam unggahan akun Instagram pribadinya @hotmaparisofficial, Senin (6/2/2023).

Dalam unggahan tersebut Hotman Paris mengunggah isi percakapan dengan salah satu korban bayi 7 bulan yang jari tangannya terpotong oleh perawat.

Dalam isi percakapan korban meminta bantuan sang pengacara untuk menangani kasus ini dan mencari keadilan.

“Saya keluarga si bayi korban yang jari kelingkingnya putus oleh perawat. Saya mohon bantuannya untuk menghubungkan agar Bapak Hotman Paris bisa membantu adik sepupu saya biar ada keadilan di sini,” tulis keluarga korban dalam sebuah pesan Instagram yang diunggah Hotman Paris.

“Hotman 911 siap ketemu keluarga bayi ini,” kata Hotman.

Tak hanya itu dalam ungggahan sebelumnya, Hotman juga siap menangani kasus ini ke proses hukum.

“Ayok mana keluarga korban: proses hukum!,” tulisnya.

Disisi lain, Hotman juga menganalisa terkait ancaman hukuman dalam kasus jari bayi terpotong saat ganti infus ini.

“Pagi ini saya dihubungi oleh ibu Sri dari Palembang atas penderitan bayi perempuannya jari kelinglingnya putus atau hampir putus, masih hari ini kepastiannya karena ulah perawat disuatu rumah sakit waktu sekali infus di tangan mungkin digunting perbannya, sehingga kelingkingnya dipotong, bayi yang masih diberumur 7 aduh sedih lihatnya.” kata Hotman Paris pada unggahannya, Senin (6/2/2023).

“Mudah-mudahan kepastian berlangsung, dan tanggung jawab rumah sakit, dan ibu Sri akan menghubungi saya untuk datang lebih lanjut,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Hotman menjelaskan bahwa agenda hari ini terkait apakah masih bisa jari terpotong itu kembali dipasang di jari sang bayi. Hotman Paris berharap agar kasus jari bayi terputus ini dapat dijalani seadil-adilnya dan berharap komisi 3 turu tangan.

“Kita mengenal kerugian inmaterial, tapi kerugian inmaterial, didasarkan pada latar belakang dari korban sehingga harus diterapkan seperti di Amerika, mudah-mudahan komisi 3 DPR sudah waktunya untuk ikut aktif dan terima kasih kepada Mahfud MD yang berpartisipasti memberikan komentar atas penerapan hukum di Indonesia ini,” pungkasnya.

Ayah bayi melapor ke polisi ©tribplm

Kronologi Jari Bayi 7 Bulan Terpotong Oleh Perawat

Berikut ini kronologi jari kelingking Bayi perempuan berusia 7 bulan putus terpotong oleh perawat di RS Muhammadiyah Kota Palembang. Tak terima orang tua sang bayi pun lapor polisi.

Adapun kejadian jari kelingking bayi terpotong ini berawal dari perawat yang ingin membuka selang infus.

Namun diduga lalai jari kelingking Bayi tersebut terpotong hingga putus.

Orang tua Bayi, Suparman warga Kelurahan 9-10 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Kota Palembang, melapor ke Polrestabes Palembang.

Laporan tersebut diterima petugas dengan No LP/B/273/2023/SPKT/Polrestabes Palembang/ Polda Sumatra Selatan.

Suparman menjelaskan peristiwa yang mengakibatkan jari anak perempuannya putus.

Menurut Suparman, insiden itu terjadi pada Jumat (3/2/2023) sekitar pukul 10.30 WIB. Dikatakan Suparman, berawal anaknya demam.

Oknum Perawat yang Memotong Jari Bayi 7 Bulan Saat Ganti Selang Infus Kini Diperiksa Polisi ©tribplm

Lalu, istrinya yakni Sri, membawa ke RS Muhamadiyah yang berada di Jalan A Yani, Kelurahan Silaberanti, Palembang.

Setelah dirawat hampir tiga hari di RS, infus yang dipakai di lengan kanan sebelah kiri anaknya tersumbat.

Melihat kondisi itu, Suparman dan istrinya memanggil perawat yang jaga. Karena susah membuka perban infus anaknya, perawat menggunakan gunting besar untuk membuka perban itu. Namun, jari kelingking Ar ikut tergunting hingga putus.

“Awalnya infus anak saya macet, Pak. Saya panggil perawat untuk minta betulkan. Nah perawat datang lalu membuka infus anak saya, tetapi tidak bisa bisa,” ungkap Suparman.

“Saya sudah bilang sama perawat itu untuk membuka perban perlahan. Namun perawat itu malah mengambil gunting untuk menggunting perban yang melekat di lengan anak saya. Alhasil saat perawat itu menggunting perban, jari anak saya putus,” jelas Suparman.

Atas peristiwa tersebut, Suparman pun tidak terima dan melapor ke polisi. Suparman berharap, laporannya segera ditindaklanjuti petugas dan pelaku bisa ditangkap.

“Meski sudah ada niat baik dari RS Muhammadiyah, namun saya tidak terima. Meski jari anak saya sudah disambung,” pungkasnya. (tribplm/tanews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *