TimesAsiaNews.com | Medan, Sumatera Utara – Intensitas hujan yang cukup tinggi dan durasi yang lama sejak selasa (26/11/), menyebabkan meluapnya tiga sungai yang melintasi Kota Medan. Yaitu sungai Deli, sungai Babura dan sungai Belawan, sehingga banjir merata hampir diseluruh wilayah Kota Medan dan sekitarnya, pada Rabu (27/11/2024).
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, menyebutkan setidaknya total ada 7.699 rumah terendam, terdiri dari 8.751 Kepala Keluarga (KK) dan 24.874 jiwa yang terdampak banjir. Adapun warga yang terdampak banjir merupakan penduduk yang tersebar di 10 Kecamatan, yakni Kecamatan Medan Maimun, Medan Johor, Medan Sunggal, Medan Amplas, Medan Denai, Medan Helvetia, Medan Labuhan, Medan Baru, Medan Deli, dan Medan Selayang.
Merespon kondisi ini, Yayasan Gerakan Peduli Sungai (GPS) langsung berinisitif memberikan respon cepat dengan menugaskan para relawan dengan membaginya menjadi 3 Tim, antara lain: Tim Respon/Reaksi Cepat (TRC) untuk mendata dan memonitoring titik-titik terdampak bencana, kemudian Tim Relawan POSKO HANGAT , dan Tim Relawan Distribusi Logistik masyarakat terdampak banjir.
1. Yayasan GPS Melakukan Respon/Reaksi Cepat Melalui Tim (TRC-GPS)

Tim Relawan pertama yang dikerahkan oleh Yayasan GPS adalah Tim TRC-GPS. Tim relawan ini memiliki tugas untuk melakukan kegiatan pengkajian awal (kaji cepat) segera sesaat setelah bencana [masa tanggap darurat] meliputi pendataan dan monitoring di 3 Sungai yaitu Sungai Deli, Sungai Belawan dan Sungai Percut, serta pada lokasi atau wilayah terdampak dan mendata kebutuhan di lapangan. Hasil kajian di lapangan akan segera dikirimkan ke Tim Sekretariat Yayasan GPS untuk pembuatan Dokumen Sitrep (situation report) dan akan diproduksi untuk menjadi konten informasi terkait kondisi terkini dilapangan yang di edarkan melalui berbagai platform social media official Yayasan GPS sejak Hari Pertama (27/11/2024).
2. Mendirikan Posko Hangat Bagi Petugas dan Relawan Serta Masyarakat Terdampak

Selain menugaskan Tim Relawan TRC, Yayasan GPS turut membentuk dan menugaskan Tim kedua untuk mendirikan posko hangat. POSKO HANGAT yang digagas oleh Yayasan GPS merupakan posko yang menyediakan berbagai hidangan hangat seperti Kopi, Teh, Bika Ambon, Mie Instan Cup, serta aneka gorengan. POSKO HANGAT dianggap penting karena sejak dini hari hingga malam para petugas dan relawan berjibaku di air untuk mengevakuasi para penduduk yang terjebak banjir, begitu pula dengan masyarakat yang terdampak banjir dimana pakaian mereka basah kuyup.
“Harapannya posko hangat ini dapat mengurangi rasa Lelah dan menambah stamina para petugas dan relawan serta menghangatkan tubuh masyarakat yang terdampak banjir,” ungkap salah seorang relawan kepada media ini, Ahad (1/12/2024).
Adapun Posko hangat ini tercatat telah menyajikan 1000 Cup Kopi/Teh, 11 Kotak Bika Ambon, 5 Dus Mie Instan Cup, serta ribuan potong aneka gorengan dan snack yang tersebar di dua titik yaitu, Pertama di Posko Bencana BPBD Kota Medan (Gedung TP PKK Medan, Petisah), untuk melayani para petugas dan relawan bencana dan Jembatan Suprapto Kampung Aur Medan maimun untuk melayani masyarakat terdampak banjir.
Posko hangat didirikan sejak Hari ke dua dan ketiga [H+1 – H+2] (28/11/2024 – 29/11/2024).
3. Yayasan GPS Distribusikan Sembako dan Peralatan Kebersihan

Kali ini, kegiatan yang diselenggarakan
oleh Yayasan Gerakan Peduli Sungai (GPS) adalah memberikan bantuan Logistik Sembilan Bahan Pokok (Sembako) Kepada Masyarakat terdampak banjir di Kel.Lalang Kec. Medan Sunggal. Ahad (1/12/2024).
Ketua Yayasan Gerakan Peduli Sungai (GPS), Luthfi Hakim Fauzie menyampaikan, Pendistribusian Logistik Berupa Sembako dan Peralatan Kebersihan ini merupakan bentuk kepedulian Yayasan GPS sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang aktif dan konsen dibidang Lingkungan Hidup, Edukasi dan Sosial Kemanusiaan terhadap masyarakat yang terkena musibah banjir.
“Pendistribusian Logistik ni merupakan bentuk nyata kepedulian kami terhadap masyarakat yang terkena banjir. Apalagi Banjir ini dipicu oleh meluapnya sungai- sungai utama di Kota Medan, dimana kami konsen untuk masalah Sungai. Semoga barang-barang ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, walaupun tidak banyak, semoga bisa bermanfaat untuk semua yang terdampak,” tuturnya.
Baca Juga:
Kapolsek Tuntungan Medan Tangkap Langsung Pelaku Pengancaman Anak Terhadap Ibu Kandung
“Semoga seluruh wilayah yang terdampak banjir dapat segera pulih, dan kita semua diberikan kesehatan. kejadian ini semoga dapat menjadi pelajaran penting bagi kita semua, untuk masyarakat semoga kita senantiasa untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai dan teruntuk pemerintah agar lebih perduli terhadap upaya perlindungan dan pelestarian kawasan ekosistem DAS Hulu – Hilir, bukan sekedar sebuah jargaon belaka,” tutupnya. **
(ap/tan)











