TimesAsiaNews.com | Brasil – Dikabarkan dari Badan Pertahanan Sipil, hujan deras di negara bagian Rio Grande do Sul pekan lalu menyebabkan sungai meluap, menyebabkan 136 orang tewas, 756 orang terluka dan berdampak pada hampir dua juta orang.
Melansir CNA dari kutipan AFP, pekerja darurat di sana terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di Brasil selatan yang dilanda banjir pada Sabtu (11/5), meskipun terjadi hujan deras, karena jumlah korban tewas terus meningkat.
Dilaporkan sekitar 125 orang masih dinyatakan hilang, sementara lebih dari 410.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat bencana tersebut. Menurut para ahli PBB dan pemerintah Brasil, musibah itu dikaitkan dengan perubahan iklim dan fenomena cuaca El Nino.
Konfederasi Nasional Kota juga melaporkan lebih dari 92.000 rumah rusak atau hancur akibat banjir.
Baca juga:
Banjir Padang: 9 Orang Hilang, 3 Meninggal dan 73 Jiwa Mengungsi
Sehari sebelumnya, pada Jumat (10/5) hujan deras kembali terjadi di ibu kota wilayah Porto Alegre serta daerah-daerah lain yang sudah dilanda banjir parah, pihak berwenang menginstruksikan penduduk setempat untuk tidak kembali ke daerah yang dilanda banjir.
Menurut Institut Meteorologi Nasional, wilayah ini diperkirakan akan terus mengalami hujan lebat dan badai hingga awal minggu depan, hal ini dapat menyebabkan lebih banyak banjir dan risiko sengatan listrik.
Ketinggian air di Sungai Guaiba di negara bagian itu, yang mengalir melalui Porto Alegre, mencapai tingkat bersejarah pada minggu ini.
“Pada Sabtu pagi, ketinggian air turun hingga 4,59 meter, level terendah sejak 3 Mei, sebelum naik lagi,” ungkap pemerintah provinsi.
Di Porto Alegre, yang merupakan rumah bagi 1,4 juta orang, tim penyelamat dan relawan terus mendistribusikan makanan, air minum, obat-obatan dan pakaian meskipun hujan turun.
Dengan terbatasnya persediaan air, air minum dalam botol menjadi komoditas langka di Porto Alegre, sementara truk tangki mengantarkan ke tempat penampungan dan rumah sakit.
Di kota Eldorado do Sul yang hancur, tampak perahu-perahu melewati jalan-jalan yang banjir, membawa makanan bagi mereka yang enggan meninggalkan rumah mereka karena takut akan penjarahan.
Sementara di wilayah lainnya, terlihat truk memompa air banjir yang berlumpur dari jalan-jalan dan bangunan.
Dalam beberapa bulan terakhir tercatat Brasil dilanda banjir bersejarah, kebakaran hutan yang memecahkan rekor, gelombang panas yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan kekeringan. (cna/afp/tans)








