TIMESASIANews.com | Kuala Lumpur – Balai Kota Kuala Lumpur (DBKL) telah mengidentifikasi 25 ‘hot spot’ atau titik banjir bandang yang melanda di ibu kota dalam upaya mengatasi masalah tersebut.
Menteri Pembangunan Pemerintah Daerah Nga Kor Ming mengatakan dia telah meminta DBKL untuk memberikan perhatian dan prioritas khusus pada proyek penanggulangan banjir dan pekerjaan pemeliharaan sistem drainase.
Menurutnya, banjir bandang merupakan masalah kronis yang tidak hanya meresahkan masyarakat, tapi juga merusak citra Kuala Lumpur.
“Tindakan segera harus diambil terutama selama musim hujan di negara kita,” katanya dalam sebuah pernyataan setelah menerima kunjungan kehormatan dari Walikota Kuala Lumpur Datuk Seri Mahadi Che Ngah di kantornya di Putrajaya, Rabu (28/12/2022).
Nga mengatakan dalam pertemuan itu, dia juga menyerukan diadakan pertemuan bulanan yang melibatkan walikota dan anggota DPR mulai Januari, untuk mencari cara mengatasi masalah di Kuala Lumpur untuk kesejahteraan rakyat kota.
Ia menuturkan bahwa kebutuhan DBKL untuk meningkatkan penerangan di Kuala Lumpur, khususnya di tempat-tempat wisata seperti Bukit Bintang Walk, Petaling Street, termasuk KLCC juga dibahas dalam pertemuan tersebut.
“DBKL didorong untuk bekerjasama dengan pihak swasta agar tempat-tempat strategis ini setara dengan jalan-jalan kota ikonik di dunia seperti Oxford Street di London, Orchard Road di Singapura dan Ginza Street di Tokyo. Peran DBKL sebagai otoritas lokal juga perlu diperkuat agar Kuala Lumpur menjadi kota yang bersih, asri, hijau dan user friendly,” ujarnya.
Dirinya juga menambahkan, “seraya menambahkan DBKL juga harus memperhatikan pembangunan jogging track dan jalur sepeda. pada tahap awal perencanaan pembangunan untuk menumbuhkan gaya hidup sehat dan bugar,” jelasnya kepada Bernama. (thestar/tans)








