Krisis Ekonomi Makin Buruk, Ribuan Warga Demonstran Tuntut Presiden Mundur

International987 Views
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Bolivia – Akibat pemerintah setempat tidak dapat menangani krisis ekonomi yang semakin memburuk, ditambah produksi energi dan kekurangan dolar AS menjadi pemicu terburuk dalam beberapa dekade.

Dikutip dari Reuters, pada Selasa (19/5/2026), perusahaan minyak negara Bolivia YPFB mengatakan bahwa blokade di pabrik Senkata dan beberapa jalan lain di seluruh negeri memicu penangguhan pengiriman minyak ke daerah-daerah yang terkena dampak.

Berawal dari pawai yang digelar oleh warga, penyampaian aspirasi, namun di tengah orasi tersebut menjadi ricuh yang meluas, dan bahkan warga telah memblokir jalan selama hampir dua minggu sehingga menyebabkan kekurangan makanan, bahan bakar, dan perlengkapan medis di seluruh negeri.

Bahkan para demonstran menendang tabung gas air mata selama protes yang menyerukan pengunduran diri Presiden Bolivia Rodrigo Paz di La Paz, Bolivia. Senin (18/5/2026) waktu setempat.

“Presiden Paz seharusnya memerintah, bukan mengadu domba kita sebagai saudara,” ucap salah satu demonstran. “Saudara-saudara kita ada di sini; bahkan putra saya seorang petugas polisi ada di sana, berhadapan dengan saya. Bukan itu yang kami, masyarakat adat, inginkan. Itulah mengapa kami mengatakan kepada saudara kami, presiden: kami telah memberi Anda kekuasaan, tetapi Anda belum mampu memerintah,” tambahnya.

Baca Juga:

Sukses di 6 Kota Roadshow AI Driven Secure and Efficient, Bersiap Sapa Sektor Kesehatan di Jakarta dan Balikpapan

Krisis ekonomi Bolivia, yang diakibatkan oleh penurunan produksi energi dan kekurangan dolar AS, adalah yang terburuk yang pernah dialami negara itu dalam beberapa dekade terakhir.

Kelangkaan bahan bakar juga meluas di seluruh negeri, menyusul dekrit presiden pada Desember 2025 yang mengakhiri subsidi bahan bakar nasional, yang menyebabkan harga bensin jauh lebih tinggi. ** (reuters/cnbc/tans)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *