TimesAsiaNews.com |Kepri – Kembali hadir Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad dalam membuka secara resmi sekaligus menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional dengan Tema “Peluang op Balairung Wan Seri Beni, Dompak, Jum’at (03/03).
Bersama Gubernur Ansar, seminar nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Batam (Uniba) ini juga diisi oleh Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga sebagai keynote speaker y⁹ang hadir secara daring.
Uniba juga menghadirkan pembicara profesional dan ahli mengenai tema seminar nasional ini, antara lain Direktur Utama Bank Riau Kepri Syariah Andi Buchari dan Ketua Kamar Dagang dan Industri Provinsi Kepri Akhmad Ma’ruf Maulana. Acara dipandu Kepala BPSDM Kepri, Sardison sebagai moderator.
Dalam paparannya, Gubernur Ansar menyampaikan materi tentang Optimalisasi Pemanfataan KEK dan FTZ untuk Investasi dan SDM Di Provinsi Kepri. Diawali dengan gambaran umum Provinsi Kepulauan Riau yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 25 Tahun 2002 yang disahkan pada tanggal 24 September 2002 dan mulai operasional tanggal 1 Juli 2004.
“Kemudian visi Pemprov Kepri yakni “Terwujudnya Kepulauan Riau yang Makmur, Berdaya Saing, dan Berbudaya”. Lalu dari lima misi Pemprov Kepri yang berkaitan dengan seminar kali ini adalah “Mewujudkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang Berkualitas, Sehat, dan Berdaya Saing dengan Berbasiskan Iman dan Taqwa” papar Gubernur Ansar.
Gubernur Ansar juga menyampaikan indikator kinerja makro Pemprov Kepri yang terdiri dari Indeks Pembangunan Manusia, Angka Kemiskinan, Angka Pengangguran, Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan per Kapita, dan Ketimpangan Pendapatan atau GINI Ratio.
“Dari indikator kinerja makro tersebut menunjukkan trend yang baik dan positif disebabkan pasca pandemi geliat ekonomi semakin tumbuh di Provinsi Kepri. Sejumlah indikator makro Provinsi Kepri juga lebih baik dari capaian nasional” ungkapnya.
Kemudian bicara mengenai investasi dan daya saing di Kepri, menurut Gubernur Ansar, terjadinya penurunan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) disebabkan pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kepri, investor berinvestasi dengan nilai terbesarnya di tahun 2020 dan 2021. Lalu di tahun 2022 berorientasi pada perluasan investasi tersebut. (*/keprionline/tanews)














