Boikot Produk Luar Negeri! Tapi Ingat 10 Merek Terkenal Ini Made In Indonesia

Business, Ekonomi, Opini2894 Views
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Memasuki musim pemboikotan berbagai jenis merek makanan dan minuman, fashion serta produk-produk dari luar negeri sekarang yang sedang dilakukan masyarakat Indonesia dan berbagai bangsa dunia lainnya, dampak dari tindakan Israel terhadap negara Palestina.

Tapi ada 10 brand asli Indonesia yang suka disangka dari luar negeri. Indonesia memiliki banyak brand lokal “Made in Indonesia” yang kualitas produknya sangat bagus sehingga bisa bersaing dengan merek-merek asal luar negeri.

Kualitas yang bagus ini membuat brand lokal Indonesia tak hanya laris manis di negeri sendiri, tetapi juga sangat diminati di negara-negara lain. Kesuksesan beberapa merek asli Indonesia yang dikira produk luar ini bahkan membawa produknya hingga ke luar negeri.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut 10 brand asli Indonesia yang suka disangka dari luar negeri.

1. Hokben

Hoka-hoka Bento atau yang sekarang berganti nama menjadi Hokben adalah restoran cepat saji yang menyajikan menu makanan khas Jepang.

Hokben sudah ada sejak tahun 1985, didirikan oleh Hendra Arifin dan dikelola oleh PT. Eka Bogainti. Sajian menu makanan yang enak serta terjangkau membuat Hokben terus sukses hingga sekarang.

2. Terry Palmer

Terry Palmer terbukti mampu mengemas brand image dengan modern dan kualitas handuk yang lembut.

Pemilihan material handuk yang tepat ini bahkan membuat PT. Indah Jaya selaku pengelola dan produsen handuk Terry Palmer mengekspor produk ke Benua Amerika, Benua Eropa, dan negara Jepang. Walau harga yang dipatok sedikit mahal, namun konsumen berani mengeluarkan kocek lebih karena mengincar kualitas handuk Terry Palmer yang oke dan awet digunakan.

3. The Executive

Hampir di setiap mall, merek baju formal ala orang kantoran bernama The Executive pasti mudah temukan. Dengan gaya yang modern dan material yang super nyaman, pasti banyak konsumen yang mengira ini adalah produk impor.

Padahal, The Executive adalah merek fashion yang diproduksi di Bandung, Jawa Barat. Seorang pengusaha bernama Johanes Farial mendirikannya dalam naungan PT Delami Garment Industries.

Merek asli Indonesia yang dikira produk luar ini terbukti sukses karena mampu memperluas cabangnya hingga ke Malaysia.

4. Lea Jeans

Lea Jeans adalah merek produk fashion berbahan jeans yang sering pula dikira sebagai produk luar negeri. PT. Lea Sanent lah yang mengelola Lea Jeans sejak tahun 1976 dan memiliki pabrik pusat di Tangerang, Banten.

Produk Lea Jeans yang berkualitas, dengan sentuhan gaya fashion khas Amerika membuat image-nya terbentuk seolah ini merupakan produk impor.

5. Krisbow

Krisbow adalah merek asli Indonesia yang dikira produk luar dalam bidang produksi perabotan rumah. Nama Krisbow sendiri diambil dari nama pendiri perusahaan tersebut yakni Krisnandi Wibowo.

Krisbow memproduksi aneka perkakas dan perabotan rumah tangga dengan kualitas yang bagus dan awet digunakan. Bahkan layak disaingkan dengan produk sejenis dari merek dagang luar negeri.

6. Indomie

Merek Indomie memang sudah sangat populer di dunia. Tidak hanya di negara-negara Asia saja, tapi juga di negara Eropa, Amerika, dan Australia.

Merek ini bahkan sudah diekspor di lebih dari 80 negara di dunia. Indomie sudah ada sejak tahun 1969 dan pada saat itu baru ada Indomie rasa kaldu ayam.

Kemudian seiring berjalannya waktu, Indomie memiliki beragam varian rasa. Hingga sekarang tercatat ada sekitar 30 lebih rasa Indomie.

7. Eiger

Eiger dikenal sebagai brand lokal Indonesia yang menjual peralatan untuk berpetualang. Mulai dari perlengkapan berkemah hingga pendaki gunung.

Produk Eiger ini tak hanya populer di Indonesia, tapi juga di luar negeri. Eiger ini didirikan sekitar tahun 1992-1993. Keberadaan brand lokal Indonesia ini sudah tersebar hingga ke luar negeri.

8. Silver Queen

Silver Queen sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai merek coklat ternama yang bisa dengan mudah dijumpai di minimarket hingga supermarket.

Memiliki nama yang kebarat-baratan membuat Silver Queen ini dikira merek dari luar negeri. Hal ini ternyata ada ceritanya sendiri.

Pada tahun 1942 saat Jepang menjajah Indonesia, pemilik pabrik coklat di Indonesia yang merupakan orang Belanda berusaha kabur untuk meninggalkan pabriknya di Garut dan menjualnya.

Barulah pada tahun 1950, pabrik tersebut memproduksi coklat batangan yang diberi merek Silver Queen. Selain Silver Queen, coklat meises Ceres juga dibuat di pabrik yang sama.

9. La Fonte

La Fonte menjadi salah satu merek pasta yang seringkali diduga menjadi brand luar negeri.

Padahal La Fonte adalah brand lokal Indonesia yang tak hanya populer di negeri sendiri, tapi juga di negara lain. La Fonte merupakan merek pasta yang dibuat oleh PT Bogasari pada tahun 1991.

Keberadaannya ini sudah merambah ke negara-negara Asia seperti Filipina, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Hongkong, Brunei Darussalam, Singapura, hingga Uni Emirat Arab.

Tidak hanya di Asia saja, La Fonte ternyata juga bisa dijumpai di negara-negara Afrika seperti Nigeria, Zambia, dan masih banyak lagi.

10. League

League juga merupakan merek dagang sepatu yang menggabungkan gaya sporty dan modern. Berca Retail Sportindo mengelola League sejak tahun 2003.

Sepatu League bisa dipakai untuk kegiatan olahraga maupun kegiatan sehari-hari yang bergaya casual.

Harganya yang terjangkau dengan kualitas yang tak kalah dengan sepatu sport merek luar negeri membuat League laris di pasaran. (**)

Artikel ini pernah tayang sebelumnya di
media iNews.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *