TIMESASIANews.com | Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (28/11) pagi tadi melemah disangka 55 poin atau 0,35 persen ke posisi Rp15.728 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.673 per dolar AS.
Data Bloomberg pukul 09.01 WIB menunjukkan nilai tukar rupiah dibuka kembali melemah pada 0,37 persen atau turun 58,5 poin ke 15.728 per dolar AS.
Sementara indeks dolas AS menguat 0,48 persen atau 0,48 poin ke posisi 106,420.Tak hanya rupiah, sejumlah mata uang di kawasan Asia Pasifik melemah terhadap dolar AS, salah satunya adalah Yen Jepang yang melemah 0,1 persen menjadi 139,27 per dolar AS.
Sementara itu, Dolar Singapura turun 0,28 persen, dolar Taiwan turun 0,45 persen, won Korea Selatan turun 1,08 persen, Rupee India turun 0,07persen, Yuan Cina turun 0,73 persen, baht Thailand turun 0,65 persen.
Di deretan mata uang Asia Pasifik tercatat hanya Ringgit Malaysia yang menguat 0,25 persen ke posisi 4.484.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi pada rilisan tempo.co, sebelumnya memprediksi rupiah akan dibuka berfluktuatif pada awal pekan ini. Dalam analisisnya, ia memperkirakan rupiah bakal ditutup melemah di kisaran 15.650 hingga 15.700 per dolar AS.
Ibrahim menyatakan kurs rupiah masih melemah karena terpicu sentimen memburuknya kondisi Covid-19 di Cina. (**)














