TimesAsiaNews.com | Batam – Terbakarnnya masjid Agung Batam, yang beralamat di pusat pemerintahan Kota Batam, Batam Center pada Jumat (13/1) pukul 14.00 Wib, dan dapat dipadamkan selama 30 menit, akibat kesalahan teknis renovasi pada pekerjaan las.
Kepala Dinas Desain dan Tata Ruang Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Suhar mengatakan penyebab atap Masjid Agung Batam yang terbakar diduga berasal dari percikan las.
“Penyebab kebakaran atap Masjid Agung Batam karena ada pekerjaan las baja untuk pembongkaran atap. Diduga dari percikan las,” katanya saat dihubungi di Batam, Jumat (13/1)
Ia menjelaskan, angin kencang juga menyebabkan api menjalar dengan cepat di atap masjid yang sedang dalam proses pembongkaran. Menurut Suhar, kejadian tersebut tidak mempengaruhi proses revitalisasi yang sedang berjalan.
“Kebetulan kami ingin mengubah atap menjadi kubah. Proses pengerjaan berjalan normal,” kata Suhar.
Sebelumnya, tidak kurang dari 6 alat pemadam kebakaran diturunkan untuk menangani kebakaran yang melanda atap Masjid Agung Batam, Kepulauan Riau.
“Ada 6 mobil pemadam kebakaran yang siaga dan sampai saat ini belum diketahui penyebab kebakarannya. Sedang dalam proses pemadaman,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Azmansyah saat berada di area Masjid Agung Batam, pada Jumat.
Masjid Agung Batam saat ini sedang dalam tahap revitalisasi dalam proses pembongkaran atap oleh Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Desain Kreatif dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Batam. (ant/tans)














