TimesAsiaNews.com | Agama adalah sebuah tuntunan dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa kepada hamba-Nya untuk beribadah dalam segala hal, termasuk dalam bidang kesehatan.
Beragam upaya yang perlu dijalankan untuk menjaga kesehatan, menurut ahli kesehatan, diantaranya dengan menjaga pola hidup, mengonsumsi gizi seimbang, olahraga, istrahat yang cukup, menenangkan pikiran, hati, dan jiwa, serta menghindari berbagai hal yang dapat menyebabkan terjangkit penyakit. Semua itu telah diatur dalam ajaran Islam, baik dari Al-Qur’an maupun hadits Rasulullah SAW.
Berikut ini, kita akan membahas peranan agama menurut Islam dalam bidang kesehatan. Islam sebagai agama yang sempurna dan lengkap. Telah menetapkan prinsip-prinsip dalam penjagaan keseimbangan tubuh manusia. Diantara cara Islam menjaga kesehatan dengan menjaga kebersihan dan melaksanakan syariat, seperti wudlu dan mandi secara rutin bagi setiap muslim.
Sehat adalah kondisi fisik di mana semua fungsi berada dalam keadaan normal. Menjadi sembuh sesudah sakit adalah anugerah terbaik dari Allah SWT kepada manusia, dan mungkin untuk bertindak benar dan memberi perhatian yang layak kepada ketaatan kepada Sang Pencipta jika tubuh tidak sehat. Bahkan sakit itu sendiri adalah sebagai penebus tindakan yang salah ketika sedang sehat.
Kesehatan memiliki kewajiban penting, tanpa syarat kesehatan maka upaya untuk memenuhi kewajiban pokok akan sulit dilaksanakan. Salah satu upaya untuk menjaga kesehatan yaitu dengan menggerakan tubuh atau dikenal kesegaran jasmani. kesegaran jasmani merupakan suatu proses pembelajaran melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugarannya, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi.
Kesehatan Jasmani
Ajaran Islam sangat menekankan kesehatan jasmani. Agar tetap sehat, hal yang perlu diperhatikan dan dijaga, menurut sebagian ulama disebutkan, ada sepuluh hal, yaitu: dalam hal makan, minum, gerak, diam, tidur, terjaga, hubungan seksual, keinginan-keinginan nafsu, keadaan kejiwaan, dan mengatur anggota badan.
Tidak ada sesuatu yang begitu berharga seperti kesehatan. Karenanya, hamba Allah hendaklah bersyukur atas kesehatan yang dimilikinya dan tidak bersikap kufur.
Nabi saw. bersabda: “Ada dua anugerah yang karenanya banyak manusia tertipu, yaitu kesehatan yang baik dan waktu luang.” (HR. Bukhari)
Abu Darda berkata: “Ya Rasulullah, jika saya sembuh dari sakit saya dan bersyukur karenanya, apakah itu lebih baik daripada saya sakit dan menanggungnya dengan sabar?” Nabi saw menjawab, “Sesungguhnya Rasul mencintai kesehatan sama seperti engkau juga menyenanginya.”
Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa bangun di pagi hari dengan badan sehat dan jiwa sehat pula, maka rezekinya dijamin, dan dia seperti orang yang memiliki dunia seluruhnya.”
Di antara ucapan-ucapan bijaksana Nabi Dawud as adalah sebagai berikut: “Kesehatan adalah kerajaan yang tersembunyi.” Juga. “Kesedihan sesaat membuat orang lebih tua satu tahun.” Juga, “Kesehatan adalah mahkota di kepala orang-orang yang sehat, yang hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang sakit.” Dan juga, “Kesehatan adalah harta karun yang tak terlihat.” ***
_Wallahu’alam_








