Menko Zulhas Komitmen Indonesia akan Agendakan Hijau

Geologi, Nasional1683 Views
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyoroti perubahan iklim telah membawa cuaca ekstrem ke Indonesia, yang pada gilirannya berdampak buruk pada tanaman dan produksi pangan.

“Perubahan iklim dapat melemahkan ketahanan pangan kita. Anomali cuaca yang terus-menerus dapat memaksa Indonesia untuk sangat bergantung pada beras impor,” ujarnya pada KTT Net-Zero Indonesia 2025 di Jakarta. Sabtu (26/7/2025).

Ia kemudian menegaskan bahwa transisi ke energi bersih dan peningkatan ketahanan nasional terhadap perubahan iklim tidak boleh dilihat sebagai beban, tetapi cara untuk memastikan keberlanjutan bangsa.

Meskipun Indonesia bersedia dan siap untuk mempromosikan dan menerapkan praktik ramah lingkungan, namun Indonesia masih memerlukan dukungan finansial dan teknologi dari mitra internasional agar dapat memberikan kontribusi optimal terhadap dorongan global untuk perlindungan lingkungan, demikian imbuh menteri tersebut.

“Kapasitas keuangan yang tidak memadai tetap menjadi hambatan utama bagi Indonesia dan banyak negara berkembang lainnya dalam mengatasi perubahan iklim,” ujarnya.

Ia kemudian menekankan pentingnya memanfaatkan nilai ekonomi emisi karbon, terutama melalui pasar karbon sukarela, untuk mendanai solusi iklim berbasis alam.

Ia menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menyerap atau mengurangi 1,5 gigaton setara karbon dioksida per tahun melalui inisiatif berbasis alam, yang nilainya mencapai US$7,1 miliar di pasar karbon. Namun, hingga saat ini, kurang dari 3 persen dari potensi ini telah dimanfaatkan.

Menteri Zulhas kemudian menyoroti pencapaian Indonesia dalam melawan perubahan iklim, khususnya keberhasilan negara ini dalam menurunkan laju deforestasi ke level terendah dalam dua dekade dan memulihkan 600 ribu hektar hutan bakau dari target 3,3 juta hektar.

Ia menambahkan, jumlah pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga angin, dan fasilitas bioenergi terus bertambah di beberapa daerah, terutama di Indonesia bagian timur.

Lebih lanjut, ia mencatat bahwa Indonesia telah berhasil memangkas emisi sebesar 608 juta metrik ton setara karbon dioksida, atau 36,7 persen dibandingkan total emisi dalam skenario bisnis seperti biasa.

Baca Juga:

Dukung Program Pemerintah, Kapolri Hadiri Pembukaan Muktamar XI HIMA Persis di Riau

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus merancang dan menerapkan strategi untuk mengatasi perubahan iklim, termasuk upaya yang lebih besar untuk memangkas emisi karbon dari sektor pangan, kehutanan, dan energi.

Beralih ke tindakan global, ia menyatakan harapan bahwa Konferensi Perubahan Iklim PBB mendatang di Brasil pada November 2025 akan memberikan solusi konkret, efektif, dan adil terhadap krisis iklim. **

(ant/tan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *