TimesAsiaNews.com | Pendidikan – “When you edit your self-talk, you’re rewiring your brain with an accurate picture of how you choose to be – the new picture of you that you’re now creating.” (Shad Helmstetter)
Kethuilah bahwa pilihan yang diambil setiap hari, tidak saja berkaitan dengan apa yang diperbuat, tetapi juga apa yang diucapkan dan apa yang dipikirkan.
Bila yang kita pikirkan senantiasa positif, maka ucapan yang keluar dari mulut kita dan juga yang kita perbuat juga positif. Sebaliknya juga demikian, bila yang ada dalam pikiran kita adalah negative.
Dan sering terjadi adalah peneguhan dari apa yang ditanam dalam pikiran, dilakukan dalam bentuk self-talk. Penulis buku Negative Self-Talk and How to Change It, Shad Helmstetter, mengingatkan kita:
“Negative self-talk is anything you think or say that makes you see your world as filled with problems rather than opportunities and positive choices.” (Shad Helmstetter)
Dan tentu pernyataan tersebut mengingatkan kita hal sebaliknya, bahwa positive self-talk memperlihatkan bahwa kita melihat dunia sekitar kita secara optimis dan positif.
Mengenali Kebiasaan Negative Self-Talk
Spontan terucap: saya kok tolol banget, saya memang tidak berbakat, keputusanku ngga pernah benar, hari ini sungguh apes, saya memang ditakdirkan tidak bisa sukses, hidup saya memang …… dan masih banyak lagi. Menurut Shad Helmstetter, bahkan kalau pernyataan tersebut tidak terucap tapi terpikirkan, kualitasnya sama negatifnya.
Bila itu dilakukan berulang kali maka hidup kitapun akan menjadi seperti itu. Mengapa? Apa yang kita pikirkan atau ucapkan akan dicatat oleh otak kita. Bila itu dipikirkan atau diucapkan berulang kali, otak akan mencatat sebagai suatu kebenaran bagi diri kita, dan itulah pribadi kita, negative. Dan ini merupakan program yang dilakukan otak menuju kegagalan di masa mendatang.
“The key to failure is the repetition of a belief in failure.” (Shad Helmstetter)
Shad memberi saran sederhana untuk menjawabi bertanyaan berikut ini:
- Do you have trouble seeing the world, and life in general, as bright and as positive as you would like it to be?
- Do you argue more than you should?
- Do you often feel that life is working against you?
- Do you feel you are not in control of your future?
- Do you often think negative thoughts?
- Do you feel ‘down’ or depressed for no apparent reason?
Bila kebanyakan jawabannya adalah YES, maka negative self-talk sudah berdampak pada dirimu. Umumnya hasilnya adalah, kurang mampu mengatasi masalah, kurang Bahagia, melihat masa depan suram, dan mereka mulai menyebarkan aura negative ke sekitarnya,
Jangan Membuat Resolusi, Bangun Kebiasaan Positif
Ingat tulisan di awal tahun yang mengajak teman2 semua untuk menapaki tahun 2022 dengan membangun kebiasaan positif (simak link di akhir tulisan ini). Untuk membangun kebiasaan positif, perlu disiplin.
Dan ini berlaku untuk berbagai aspek kehidupan. Seorang sahabat yang hadir pada sesi tersebut, coach Terry Lucita, mengirimi saya buku yang barusan diterbitkannya.
Disana dia berbagi pengalamannya sendiri dalam membangun kebiasaan yang lebih positif dan membahagiakan: “Better Me Everyday.” Dan salah satu bagian penting yang diangkatnya berkaitan dengan kemampuan mengelola waktu dalam kendali kita.
Slide berikut ini merupakan contoh memetakan aktivitas harian dan mencari waktu yang sepenuhnya dalam kendali kita, untuk merancang kegiatan berolahraga. Dari pemetaan itu, saya juga bisa mencermati keseimbangan antara kerja, keluarga dan segi kehidupan lainnya.
Mengubah Program
Otak kita senantiasa mencatat dan membuat program sesuai apa yang kita katakan atau pikirkan berulang-ulang kali. Bila demikian halnya, kita bisa juga memulai menciptakan program yang lebih positif. Tiga Langkah penting mengubah negative self-talk menjadi positif:
- Monitor:
Dalam 30 hari ke depan, monitor self-talkmu, simak apa yang dipikirkan atau yang diucapkan. Apa yang biasanya terpikirkan pertama kali di pagi hari. Apa reaksi di pikiranmu dalam menghadapi lalulintas macet, dan apa yang terakhir dipikirkan menjelang tidur. Catat semua itu. Dengan menyadari semua ini, anda memulai langkah untuk berubah.
“Becoming consciously mindful of your self-talk is the first step in changing it.” (Shad Helmstetter)
- Edit
Setiap kali secara sadar anda menemukan pikiran atau ucapanmu negatif, ubah menjadi pernyataan positif. Misalnya, saat membuat kesalahan dan dirimu seakan berkata saya gagal, ubah pernyataan tersebut menjadi saya lebih smart dari itu, saya bisa lebih baik dari itu.
“When you edit your self-talk, you’re rewiring your brain with an accurate picture of how you choose to be – the new picture of you that you’re now creating.” (Shad Helmstetter)
- Practice positive self-talk
Setiap hari ucapkan sesuatu yang positif terhadap dirimu sendiri selama 10-15 menit, ucapkan sesuatu yang positif tentang kehidupanmu. Dengan cara seperti itu, otak kita akan mencatat hal positif tersebut sebagai diri kita sendiri.
Dengan melakukan praktek tersebut terus menerus, kita mengirim pesan kepada otak kita tentang hal positif. Dan karena dilakukan berulang kali, otak kita akan menggantikan negative self-talk yang terekam selama ini dengan yang positif. Dengan meneruskan praktek ini, maka akan Nampak perubahan positif dalam diri kita, dalam perilaku dan motivasi kita. Sadar atau tidak sadar, perlahan tapi pasti akan menjadi lebih positif.
Ciptakan Kebiasaan Positif Mulai Sekarang
Apakah program negatif dalam pikiran kita bisa dihapus? Jawabannya BISA. Walau kebiasaan berpikir dan berkata negatif itu sudah lama, kita bisa mulai melatih dan menggantikannya dengan kebiasaan positif.
Apa resolusimu untuk tahun 2022? Sekarang sudah bulan Maret, bagaimana progresnya? Bilamana dalam melakukan refleksi, masih ditemukan negative self-talk dalam keseharian kita, kini saatnya untuk program ulang otak kita dengan berlatih positive self-talk.
Program ulang hanya perlu beberapa minggu, namun untuk menjadi kebiasaan, perlu dilatih berulang kali, seperti beberapa contoh yang disampaikan coach Terry dalam bukunya. Saya ambil kutipan berikut ini untuk menutup tulisan ini, sambal mengingatkan kita semua untuk terus berlatih.
“From today, consciously monitor your self-talk. Listen to everything you think, and everything you say. And whenever you catch yourself saying or thinking anything that is negative, stop and restate it in the positive.” (Shad Helmstetter)
(*/tanews).
Sumber : josefbataona.com













