TIMESASIANews.com | Manila – Sekretaris dalam negeri Filipina mengumumkan dan meminta semua perwira polisi mulai pangkat Kolonel hingga Jenderal untuk mengajukan pengunduran diri terkait “pembersihan” jajaran dengan obat-obatan terlarang dan mafia narkoba, pada Rabu siang (4/1/2023).
Sekitar 300 petugas kepolisian diberikan oleh arahan tersebut, yang direkomendasikan oleh kepala polisi nasional. Tidak hanya itu, ada juga perwira yang memegang pada sebuah wilayah di Kota Manila yang akan diminta untuk pengunduran dirinya.
Hal ini diungkapkan oleh Menteri Dalam Negeri Benjamin Abalos Jr. dalam konferensi pers. Rabu (4/1).
“Tampaknya ada masalah besar di kepolisian kita. Ternyata ada jenderal dan kolonel yang terlibat narkoba,” ujarnya. “Kita perlu membersihkan barisan kita. Kami membutuhkan kepercayaan rakyat,” ungkapnya.
Menurut keterangan dari media di negara itu, ada belasan petugas polisi ditangkap atau dibebaskan-tugaskan dari jabatan mereka terkait hasil penyelidikan tahun lalu atas keterlibatan atau dugaan keterlibatan mereka dalam perdagangan narkoba.
Abalos mengutip kasus baru-baru ini tentang penegak hukum yang menjual narkoba di kantor mereka. Badan Penegakan Narkoba Filipina juga menjadi sasaran penggerebekan, penangkapan, dan pemecatan dalam beberapa bulan terakhir.
Mantan Presiden Rodrigo Duterte mendapat kecaman internasional atas perang mematikannya terhadap narkoba, yang menurut data polisi menewaskan lebih dari 6.200 tersangka.
Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengutip jumlah korban tewas yang lebih tinggi dan menuduh beberapa petugas polisi merekayasa bukti untuk menunjukkan bahwa para korban menolak keras penangkapan.
Pada bulan November, Kepala Polisi Nasional Filipina Rodolfo Azurin Jr. mengatakan, dia mengajak penegak hukum untuk meminimalkan pembunuhan terhadap orang yang terlibat dalam aktivitas narkoba.
Lanjut Abalos, “sulit untuk berperang melawan obat-obatan terlarang jika seharusnya sekutu dapat membalas Anda, dan pengunduran diri ini bertujuan untuk mencegah petugas yang salah menutupi jejak mereka atau mengajukan tuduhan yang dibuat-buat,” tambahnya.
Selanjutnya kata Abalos,” akan dibentuk sebuah komite untuk meninjau catatan petugas polisi dan menentukan apakah mereka terlibat dalam perdagangan obat-obatan terlarang,” katanya, seraya menambahkan bahwa mereka yang tidak terlibat tidak perlu khawatir. (Alarabia/tanews)








