Pemko Bogor Beri Imbauan Terkait Gempa Gunung Gede: Meski Menurun Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Informasi, Peristiwa2188 Dilihat
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Cianjur, Jawa Barat – Pemerintah Kota (Pemko) Bogor mengimbau warganya untuk meningkatkan kesiapsiagaan menyusul adanya peningkatan aktivitas Gunung Salak dan Gunung Gede. Meskipun sudah lama tenang, kedua gunung tersebut adalah Gunung Api aktif yang secara alami bisa mengalami reaktivasi.

Menurut Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mencatat informasi dari Badan Geologi aktifitas gempa vulkanik dan tektonik di Gunung Gede terus menurun, namun masyarakat di sekitar kaki gunung diminta tetap siaga dan waspada.

Dilansir dari Antara, menurut Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni, di Cianjur pada Senin (7/4) mengatakan aktivitas gempa vulkanik dan tektonik paling tinggi terjadi pada Selasa (1/4/2025) lalu sebanyak 49 kali gempa dan terus menurun selama lima hari terakhir.

“Lima hari terakhir aktivitas kegempaan terus menurun, hanya gempa tektonik yang terjadi 2-3 kali. Hingga saat ini kami belum mendapat laporan terkait aktivitas gempa vulkanik di Gunung Gede,” katanya.

Hingga saat ini pengawasan dan pemantauan terus dilakukan, termasuk berkoordinasi dengan Badan Geologi terkait perkembangan Gunung Gede serta terus mengimbau masyarakat di kaki gunung tetap waspada karena ditakutkan aktivitas gunung berapi dapat meningkat sewaktu-waktu.

Dari catatan aktivis sosial di Bogor, redaksi timesasianews.com, menerima informasi terkait persiapan-persiapan yang perlu dilakukan, di antaranya:

  1. Tetap tenang dan ikuti info resmi dari PVMBG & BPBD;
  2. Aktifkan kembali Kelurahan Tangguh Bencana (KELTANA) di wilayah masing-masing;
  3. Siapkan Tas Siaga di rumah berisi dokumen penting, obat-obatan, makanan ringan, air, senter, dan kebutuhan darurat lainnya;
  4. Hindari menyebarkan hoaks dan pastikan informasi berasal dari sumber terpercaya;
  5. Dihimbau untuk mengunduh aplikasi Inarisk Personal.

Baca Juga:

Satgas Yonif 762/VYS Lakukan Pelayanan Kesehatan Keliling Untuk Warga Subin

“Kita tidak bisa menghindari bencana, tapi kita bisa siap menghadapinya bersama. Kesiapsiagaan adalah bentuk cinta pada keluarga dan kota kita tercinta. Siap untuk selamat dan salam tangguh,” bunyi informasi tersebut. **

(rachS/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *