Perdana Menteri Thailand Bubarkan 1 Kuil, Pecat 4 Bhiksu Positif Menggunakan Sabu

Asia929 Views
banner 468x60

TIMESASIANews.com | Thailand – Disaat Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha bulan lalu menyatakan perang melawan narkoba, ironisnya saat ini pula terdapat seluruh biksu Buddha diberhentikan dari penempatan mereka di Thailand setelah mereka semua dinyatakan positif menggunakan zat metamphetamine jenis sabu-sabu.

Seorang pejabat setempat kepada kantor berita AFP mengungkapkan bahwa para biksu itu dipindahkan dari kuil di provinsi Phetchabun, Thailand utara, oleh polisi pada hari Senin sebelum dibawa ke rehabilitasi.

Dalam laporan itu bahwa keempat penghuni kuil, termasuk kepala biara, dinyatakan positif menggunakan obat tersebut setelah gagal dalam tes urine

Tidak diketahui apa yang mendorong polisi untuk mendatangi kuil tersebut, tetapi penggerebekan itu terjadi di tengah tindakan keras Thailand terhadap penggunaan narkoba.

Negara Asia Tenggara itu saat ini berada di tengah krisis sabu, merujuk pada laporan Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan yang menyataka bahwa penyitaan obat tersebut di Thailand mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada tahun 2021.

Pada bulan lalu seorang mantan polisi, yang menghadapi tuduhan kepemilikan metamphetamine tersebut, membunuh 37 orang dalam penembakan di tempat penitipan anak.

Thailand adalah titik transit utama untuk methamphetamine, dengan obat-obatan yang membanjiri negara tersebut dari Myanmar sebagai produsen methamphetamine terbesar di dunia yang melalui Laos.

Mereka biasanya menjual dalam bentuk pil, yang harganya hanya 1 dolar USD. (**)

Sumber: rmol/gelora

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *