PKB Tegur Bupati Lampung Timur Buntut Curhatan Bima: Tak Boleh Antikritik

Berita, Regional1273 Views
banner 468x60

TinesAsiaNews.com |Jakarta – Kini Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar ikut menanggapi kritik Bima Yudho Saputro, seorang pemuda atas kinerja kadernya yang juga Bupati Lampung Timur, Dawam Rahardjo.

Cak Imin mengaku sudah menegur Dawam karena memanggil orang tua Bima.

Menurutnya, Dawam memperlakukan ayah dari Bima yang diketahui seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan pangkat golongan III dengan tidak tepat. Sebelumnya, Dawam juga menyebut Bima telah salah didikan.

“Bupati Lampung Timur sudah ditegur DPP PKB,” kata Cak Imin dalam cuitan pada akun media sosial Twitter, seperti dilihat Senin (17/4).

Jangan Antikritik
Cak Imin juga mengingatkan, Dawam sebagai Ketua DPC PKB Lampung Timur tidak antikritik. Apalagi sampai pejabat publik yang melaporkan masyarakat karena kinerjanya dikritik.

“Klarifikasinya dia tidak mengadukan apapun, dia berusaha membela tapi disalah pahami. Dia tidak boleh menjadi bagian dari yang antikritik,” tegas Cak Imin.

Diketahui, Bima adalah pemuda asal Lampung yang tengah mengenyam pendidikan di Australia. Melalui sosial medianya, Bima menyita perhatian publik sebab mengkritik tanah kelahirannya, Lampung. Kritik Sebab Lampung Tak Maju
Kritikan Bima diberi judul ‘Alasan Kenapa Lampung

Gak Maju-Maju’. Kritik paling menonjolnya soal jalanan rusak. Namun kritik itu tidak disambut baik pemerintah setempat, melainkan perlawanan dan laporan polisi.

Bima dilaporkan sebab menyebut kata ‘dajjal’ dalam kritiknya. Hal ini membuat pemerintah setempat tersinggung dan membawanya ke ranah hukum. Intervensi juga menyasar kepada keluarga Bima di Lampung.

Ayah Bima dipanggil oleh Bupati Lampung Timur dan dikabarkan mengorek kesalahan dari Bima, khususnya soal biaya kuliahnya di luar negeri.

Tidak hanya sang ayah, ibu dari Bima pun turut terkena imbas pemeriksaan aparat. (*/merdeka/tanews).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *