Prabowo Ungkap Kebocoran Ekonomi hingga Ratusan Miliar Dolar: Kalau Dibiarkan, Bayangkan Nasib Bangsa Kita!

Headline, Nasional954 Dilihat
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti persoalan besar yang selama ini menggerus kekayaan Indonesia. Di hadapan para menteri, Kepala Negara mengungkap adanya kebocoran ekonomi dalam skala sangat besar akibat praktik perdagangan yang diduga merugikan negara.

Prabowo menyebut, kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri hingga mencapai ribuan triliun rupiah atau ratusan miliar dolar melalui berbagai praktik, mulai dari underinvoicing, pemalsuan laporan perdagangan, transfer pricing, hingga penyelundupan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (20/7/2026).

“Telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan, ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun,” kata Prabowo.

Presiden menegaskan, persoalan tersebut bukan sekadar klaim pemerintah. Menurutnya, berbagai lembaga internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB, juga telah mencatat persoalan serupa.

“Ini bukan data dari kita. Ini data internasional, data dari lembaga-lembaga internasional, ini data dari PBB di antaranya,” ujar Prabowo.

Menurutnya, kebocoran ekonomi tersebut sudah lama diketahui oleh berbagai pelaku ekonomi, baik di dalam maupun luar negeri.

Prabowo bahkan menyinggung ironi Indonesia sebagai negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, namun pernah mengalami kelangkaan minyak goreng selama berminggu-minggu.

“Negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia sempat berminggu-minggu hilang minyak goreng. Sesuatu yang tidak masuk di akal,” tegasnya.

Bagi Prabowo, persoalan ini bukan sekadar masalah administrasi perdagangan. Jika kebocoran kekayaan negara terus dibiarkan, dampaknya akan langsung dirasakan oleh rakyat dan mengancam masa depan bangsa.

“Kalau kebocoran ratusan miliar dolar kekayaan Indonesia dibiarkan terus keluar, kita bisa bayangkan nasib bangsa kita seperti apa,” kata Presiden.

Baca Juga:

Bincang Buku: Arung Jeram Pernikahan, Anna Ruswan Latuconsina Ajak Publik Merawat Keluarga Melalui Dialog

Karena itu, Prabowo menegaskan pemerintah memiliki mandat langsung dari rakyat untuk membenahi berbagai persoalan strategis yang selama bertahun-tahun belum terselesaikan.

Presiden juga mengklaim, dalam 18 bulan masa pemerintahannya, lebih dari 100 persoalan strategis telah berhasil diselesaikan.

Baca Juga:

Jelang Praspa 2026, Kasad Hadiri Penutupan Pendidikan Capaja Akademi TNI

“Hitungan kita terakhir lebih dari 108 masalah, 110 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih, 18 bulan pemerintahan kita,” ungkapnya.

Kini, tantangan terbesar pemerintah bukan hanya menghentikan kebocoran, tetapi juga membongkar bagaimana kekayaan negara bisa mengalir keluar melalui praktik perdagangan yang selama ini disebut telah berlangsung dalam skala besar.

Jika kebocoran itu benar-benar berhasil ditutup, pertanyaan berikutnya adalah: seberapa besar kekayaan Indonesia yang selama ini hilang dan siapa saja yang selama ini menikmati alirannya? *

(sputnikind/tan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *