TISI Deklarasikan Maestro Penyair Indonesia Taufiq Ismail Calon Peraih Nobel Sastra Dunia

Sastra, Tokoh1136 Dilihat
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Jakarta – Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI) deklarasikan Maestro Penyair Indonesia Taufiq Ismail sebagai calon peraih Nobel Sastra Dunia.

Deklarasi ini langsung dibacakan oleh Octavianus Masheka, Ketua TISI bersama-sama dengan peserta dan undangan yang hadir pada acara sastra peluncuran buku antologi puisi 81 penyair bicara tentang Indonesia “Merdeka Katamu.”

Berlangsung di Aula Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB. Jassin, Lantai 4, Gedung Panjang Ali Sadikin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta. Ahad (6/9/2026) mulai pukul 13.30 WIB s/d pukul 17.30 WIB dengan MC Swary Utami Dewi.

Ikut hadir sekaligus baca puisi Presiden Penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri, Jose Rizal Manua, dan masih banyak lagi.

Acara sastra, masih dalam rangkaian HUT Kemerdekaan RI ke 81 tahun, dimana TISI sebagai penggagas dan pelaksana, juga diikuti dengan diskusi sastra dengan pembicara Octavianus Masheka, Esha Tegar Putra, Helvy Tiana Rosa, dan mederator Ewith Bahar.

Dibuka dengan mendengar terlebih dahulu kata sambutan dari Nasruddin Djoko Surjono, Kepala Dispusip Provinsi DKI Jakarta.

“Acara sastra berskala nasional ini sekaligus juga memberitahukan bahwa kami para seniman dan budayawan turut mendukung Taufiq Ismail sebagai calon penerima Nobel Sastra dari Indonesia. Mari kita semua berdiri untuk sama-sama membacakan deklarasi ini,” ajak Bung Octa, panggilan akrabnya, yang juga dikenal sebagai penyair dan sastrawan ini.

Baca Juga:

Forum Komunitas Seni Gugat Pengukuhan 25 Anggota DKJ

“Kami dari komunitas sastra Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI) sebagai pelaku sastra Indonesia turut mendukung sepenuhnya Bapak Taufiq Ismail sebagai penyair untuk ikut dalam kompetisi peraih hadiah Nobel Sastra Dunia. Semoga Allah akan kabulkan semua ini, amiin. Mari kita kembali duduk,” kata Bung Octa dengan penuh semangat dihadapan para penyair, sastrawan, budayawan, seniman, dosen, dan para mahasiswa jurusan sastra Indonesia UNJ (dahulu IKIP Jakarta).

Dikatakannya lagi, dalam pengamatan TISI Taufiq Ismail dalam sejumlah karya puisinya selalu tidak lepas bicara tentang permasalahan di Indonesia sejak tahun 1966 sampai sekarang.

“Sehingga TISI menilai maestro penyair Indonesia Bapak Taufiq Ismail dapat terwujud dengan nyata meraih hadiah Nobel Sastra Dunia,” ujarnya.

Pada parade baca puisi juga tampil antara lain Nissa Renganis, Helvy Tiana Rosa, Fatin Hamama, Boyke Sulaiman, Imam Ma’arif, Nana, Rissa Churia, dan masih banyak lagi. ***

(Lasman Simanjuntak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *