TimesAsiaNews.com | Karimun, Kepulauan Riau – Kabupaten Tanjung Balai Karimun (TBK) yang dijuluki sebagai “Bumi Berazam” bersih dan indah, yang terkenal hingga ke manca negara, kini tidak seindah sebutannya sewaktu dahulu.
Sebab keindahan dan kemolekan pulau bangsa melayu ini sudah tertukar dengan pemandangan yang kurang elok unruk dilihat.
Tampak sampah menumpuk bahkan berserakan hingga ke bahu jalan utama. Seperti yang terlihat di pinggir jalan menuju pelabuhan Roro Paret Rempak Sungai Raya. Tumpukan sampah tersebut dapat menghalangi pengguna jalan, baik kenderaan maupun pejalan kaki, belum lagi aroma sampah yang lama tidak diangkut ini sangat mengganggu kesehatan warga sekitarnya.
Ketua RT 03 RW02, Sutioko mengatakan, volume sampah yang
ada sekarang semakin bertambah setiap hari. Di samping mengeluarkan aroma yang menyengat, juga sangat tidak pantas dilihat. “Warga sudah merasa resah sekali,” ujar Sutioko kepada awak media timesasianews.com, pada Jumat (11/10/2024).

Ia berharap dinas terkait dapat kiranya mengambil langkah-langkah, solusi ataupun kebijakan lain, agar masalah sampah yang makin menggunung tersebut dapat diatasi.
Sementara itu, salah seorang warga Paret, Ateng, juga berharap kepada dinas lingkungan hidup agar segera untuk mengatasi tumpukan sampah yang sudah memakan bahu jalan itu.
“Sampah yang menumpuk, selain dapat menimbulkan penyakit, juga menjadi sarang hewan liar, bahkan hewan-hewan tersebut mengacak-acak tumpukan sampah hingga berceceran ke jalan, dan ini dapat membahayakan bagi pengguna jalan, terutama bagi pemotor,” pungkas Ateng.
Baca Juga:
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Karimun, Rita Agustina menjawab keluhan masyarakat di media sosial, ia mengatakan pada hari Ahad (22/9) pihaknya sedang melakukan pengangkutan. “Kami sedang bekerja, hari ini kita bereskan!,” ujarnya singkat melalui media sosial. *
(ady)








