Mengapa Disebut Ayat Kursi? Berikut Penjelasannya!

Kajian Jumat1588 Views
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Surat Al Baqarah ayat 255 disebut ayat kursi. Mengapa disebut ayat kursi (آيَةُ الْكُرْسِىِّ) dan apa arti kursi di sini? Berikut ini penjelasannya.

Melansir dari lama Umma, disebut ayat kursi (آيَةُ الْكُرْسِىِّ) karena di dalam ayat 255 surat Al Baqarah ini ada kalimat (kata) kursiyyuhu (كُرْسِيُّهُ).

Lalu apa arti kursi pada ayat ini? Dalam Tafsir Al Munir, Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan bahwa makna asal Al Kursi adalah Al ‘Ilmu (ilmu).

Oleh karena itu para ulama disebut juga dengan sebutan al karaasi karena mereka adalah orang-orang yang dijadikan pegangan atau sandaran.Pendapat lain yang juga dikutip Syaikh Wahbah menyebutkan, yang dimaksud dengan Al Kursi dalam ayat 255 Surat Al Baqarah adalah keagungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Jadi tidak ada apa namanya al kursi (kursi atau tempat duduk), tidak ada al qu’ud(duduk) dan tidak ada al qaa’id (yang duduk). Hal ini seperti firman Allah dalam Surat Az Zumar ayat 67.

“Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Dia dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (Quran, 39 : 67)

Pendapat lainnya menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan Al Kursi di sini adalah kerajaan dan kekuasaan Allah SWT.

Hasan Al Bashri berpendapat yang dimaksud Al Kursi di dalam ayat ini adalah arsy.

Sedangkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan, “yang benar adalah bahwa Al Kursi bukanlah arsy karena arsy lebih besar dari al kursi sebagaimana dijelaskan oleh beberapa hadits dan atsar.

Mengutip dari laman Muslimokezone, Penamaan Ayat Kursi ini disampaikan langsung oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Di dalam ‘Jurnal Kandungan Ayat Kursi dengan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter’ karya Fajar Awaluddin, dijelaskan bahwa ketika ada seorang sahabat bertanya, “Ayat apa yang paling agung dari Kitabullah (Alquran)?” Nabi menjawab, “Ayat Kursi.” Lalu beliau membaca Surat Al Baqarah Ayat 255. (HR Ahmad).

 مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

Allahu la ilaha illa huw, al-hayyul-qayyum, la ta’khuzuhu sinatuw wa la na’um, lahu ma fis-samawati wa ma fil-ard, man zallazi yasyfa’u ‘indahu illa bi’iznih, ya’lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum, wa la yuhituna bisyai’im min ‘ilmihi illa bima sya’, wasi’a kursiyyuhus-samawati wal-ard, wa la ya’uduhu hifzuhuma, wahuwal-‘aliyyul-‘azim

Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS Al Baqarah: 255).

_____________

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *