Batam Blackout: Perekonomian Lumpuh, Masyarakat Sebut Bisa Chaos

Batam, Industri, Peristiwa2606 Dilihat
banner 468x60

TimesAsiaNews.com | Batam – Pemadaman listrik total (blackout) melanda Batam, Bintan, dan Tanjungpinang, Kepulauan Riau, sejak Senin, 12 Oktober 2026, pukul 06.30 WIB. Menurut PLN Batam ada beberapa kejadian yang tak terduga sehingga berdampak dan memicu kehebohan masyarakat Batam.

Menurut PLN Batam, berdasarkan investigasi pihaknya, gangguan dipicu oleh insiden hewan liar di Gardu Induk Sungai Harapan. Sehingga dampak tersebut tidak hanya Batam, bahkan ke wilayah Bintan dan Tanjungpinang.

Tidak hanya layanan listrik saja, pasokan air bersih ikut terhenti (karena genset di instalasi air hanya sanggup menopang sekitar 30% produksi), serta gangguan pada jaringan komunikasi dan ATM.

Hal ini (blackout) pernah terjadi beberapa tahun lalu yang mengakibatkan wilayah Batam, Bintan dan Tanjungpinang mengalami lumpuh total, namun dapat diselesaikan oleh pihak terkait.

Banyak masyarakat dirugikan dengan matinya listrik yang mengakibatkan layanan air bersih dan komunikasi terhenti seketika itu juga.

Masyarakat berharap PLN Batam dengan sigap dapat memperbaiki keadaan yang membuat Kota Batam dan wilayah lainnya segera normal kembali.

“Kalau sudah listrik mati, semua pun ikut mati, termasuk air, internet, mau masak, semua persediaan makanan nyaris busuk di kulkas dan mau beli pun atm tidak bisa karena listrik mati. Layanan online, food delivery tidak dapat diorder karena komunikasi juga terputus, bayar qris juga sama. Kalau begini terus-menerus Batam akan chaos,” ungkap seorang warga dibilangan Batam Center kepada media ini.

Kondisi Terkini

PT PLN Batam melaporkan pemulihan telah mencapai hampir 98%–99% secara bertahap, meskipun ada laporan mengenai gangguan susulan di beberapa titik pada Selasa pagi, 13 Oktober 2026.

PT PLN Batam juga sempat membantah rumor yang menyatakan adanya pemadaman terencana selama tiga hari berturut-turut atau pembatasan listrik 6 jam, serta meluruskan bahwa gangguan ini tidak terkait dengan kabel bawah laut Singapura-Batam. *(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *