TimesAsiaNews.com | Salah satu tujuan bekerja dalam Islam adalah beribadah. Bekerja untuk mendapatkan rezeki yang halalan thayiban (halal dan baik) termasuk jihad di jalan Allah SWT. Bekerja dalam Islam memiliki nilai yang sejajar dengan melaksanakan rukun Islam. Dengan demikian, maka bekerja adalah ibadah dan menjadi kebutuhan setiap umat manusia.
Bekerja adalah ibadah. Mungkin banyak yang sudah mengetahui mengenai kata tersebut. Akan tetapi masih banyak juga yang belum paham yang menyebabkan bekerja itu dikatakan sebagai ibadah.
Bahkan, kebanyakan orang hanya mengetahui bekerja itu hanya untuk mendapatkan uang bukan salah satu ibadah yang mendapatkan pahala.
Islam merupakan agama tauhid, yakni kepercayaan tentang keesaan Allah. Adanya keyakinan tersebut melahirkan aneka kesatuan. Apabila dilepaskan, maka akan terlepas pula ajaran tauhid tersebut.
Bekerja Adalah Ibadah, Apa Penyebabnya?
Tidak tepat Apabila ada yang mengatakan ada amal duniawi dan ada pula Amal ukhrawi. Pasalnya, keduanya tersebut merupakan mata uang dengan dua wajah. Sehingga ibadah dan kerja itu seharusnya menjadi satu kesatuan utuh.
Maksudnya adalah, pekerjaan apapun yang kita lakukan hendaknya berdasarkan ajaran tauhid. Dengan demikian, kita dapat memahami bahwasanya bekerja adalah ibadah.
Kerja sendiri memiliki definisi sebagai penggunaan daya. Perlu Anda catat juga bahwasanya Allah itu sudah menganugerahkan 4 daya pokok kepada manusia.
Daya fisik yang akan menghasilkan kegiatan fisik serta keterampilan, daya pikir yang bakal mendorong pemiliknya untuk berpikir serta menghasilkan ilmu pengetahuan.
Kemudian ada daya kalbu, yang akan menjadikan kita mampu berkhayal, mampu mengekspresikan keindahan, beriman, mampu merasakan berhubungan dengan Sang Pencipta Allah SWT.
Selanjutnya, anugerah berupa daya hidup yang bakal menjadikan seseorang itu mempunyai semangat juang, dalam menghadapi tantangan serta mampu untuk menanggulangi adanya kesulitan.
Perlu Anda catat bahwasanya, empat Anugerah tersebut sudah pasti kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Dan itulah yang menyebabkan Mengapa kerja yang kita lakukan itu sebagai amal ibadah. Karena adanya perpaduan 4 anugerah tersebut akan menghasilkan kerja merupakan keniscayaan.
Kembali kepada Hakikat Penciptaan Manusia
Alasan mengenai bekerja adalah ibadah bukan itu saja, seperti halnya penjelasan dalam Alquran surat Al-Dzariyat ayat 56, tidak ada tujuan lain Allah menciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah dan menyembah kepada Allah.
Ibadah sendiri tidak hanya sekedar ketaatan dan ketundukan saja. Melainkan, bentuk ketundukan akibat adanya rasa keagungan yang terdapat dalam jiwa seseorang sehingga menyebabkan ia mengabdi.
Bekerja adalah ibadah, berisikan perintah Allah SWT kepada hamba-Nya agar senantiasa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pekerjaan yang bertujuan untuk mencukupi kebutuhan keluarga serta mendekatkan diri kepada Allah SWT dapat bernilai ibadah.
Firman Allah SWT dalam surah At-Taubah ayat 105 berbunyi:
وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Arab-latin: wa quli’malụ fa sayarallāhu ‘amalakum wa rasụluhụ wal-mu`minụn, wa saturaddụna ilā ‘ālimil-gaibi wasy-syahādati fa yunabbi`ukum bimā kuntum ta’malụn
Artinya: “Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”
Isi Kandungan Surah At Taubah Ayat 105
Dikutip dari buku Pasti Bisa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/MA Kelas XI oleh Penerbit Duta (2018), isi kandungan dari Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 105 adalah anjuran kepada setiap muslim untuk bekerja keras. Lebih lanjutnya, keterangan tersebut disampaikan kembali dalam hadits yang artinya:
“Dari Abu ‘Ubaid tuan dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf bahwa dia mendengar Abu Hurairah RA berkata Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh, seorang dari kalian yang memanggul kayu bakar dengan punggungnya lebih baik baginya daripada dia meminta-minta kepada seseorang, baik orang itu memberinya atau menolaknya.” (HR. Al-Bukhari)
Dalam hadits lain pun dijelaskan pentingnya menjadi seorang pekerja keras, Rasulullah SAW bersabda:
“Dari A-Miqdam ra dari Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada seorang yang memakan satu makanan pun yang lebih baik dari makanan hasil usaha tangannya sendiri. Sungguh Nabi Allah Daud AS memakan makanan dari hasil usahanya sendiri.” (HR. Al-Bukhari)
Menurut Hamka, surah At-Taubah ayat 105 ini berhubungan dengan Surah Al Isra ayat 84 yang artinya, “Katakanlah: tiap-tiap orang beramal menurut bakatnya tetapi Tuhan engkau lebih mengetahui siapakah yang lebih mendapat petunjuk dalam perjalanan”.
Kaitan surah At-Taubah ayat 105 dengan Surah Al-Isra ayat 84 tersebut adalah pada surat Al-Isra tersebut dilengkapi lagi bahwa Allah memerintahkan manusia untuk berusaha dan bekerja keras sesuai dengan bakat, tenaga serta kemampuannya. (**)
Wallahu ‘alam bis showaf
Dikutip dari berbagai sumber








